Indonesia Terima Pesanan 104 Unit Pesawat N219
Presiden Joko Widodo keluar dari Pesawat Nurtanio usai Pemberian Nama Pesawat N219 di Base Ops, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (FOTO: ANTARA/Rosa Panggabean)
Jakarta: Selain pesawat NC212i yang akan diekspor ke Filipina dan Vietnam, Indonesia melalui PT Dirgantara Indonesia (PTDI) juga mendapat pesanan ekspor pesawat penumpang N219 Nurtanio hingga seratus unit lebih.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno. Ia menyebutkan saat ini meski belum mulai diproduksi pesanan pesawat N219 Nurtanio sudah mencapai 104 unit.

"N219, kita punya pesanan 104 unit," kata Fajar di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis, 21 Juni 2018.

Fajar menjelaskan, saat ini N219 belum bisa diproduksi karena masih dalam proses mendapatkan sertifikasi kelayakan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Satu pesawat yang sudah jadi masih dalam pengujian uji terbang.

"Bisa jualan kalau keluar sertifikasi TC diharapkan awal tahun depan keluar. Sertifikasinya dari Kemenhub," jelas dia.

Setelah mendapatkan sertifikasi dari Kemenhub, lanjut Fajar, PTDI akan mulai melakukan produksi pesawat N219. Tahun pertama akan dimulai produksi sebanyak enam unit. Kemudian ditahun berikutnya bertambah menjadi 20 unit. Lalu harapan kedepannya dapat memproduksi 50 unit dalam satu tahun.

"Awal enam unit per tahun. Tahun kedua 20. Kedepannya 50 unit per tahun," pungkas dia.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id