Destry Damayanti (kanan). (FOTO: dok MI/Permana)
Destry Damayanti (kanan). (FOTO: dok MI/Permana)

Menanti Destry Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Ekonomi bank indonesia deputi gubernur bi
11 Juli 2019 11:39
Jakarta: Komisi XI DPR RI hari ini akan menetapkan Destry Damayanti sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) menggantikan Mirza Adityaswara yang habis masa jabatannya pada 24 Juli 2019.
 
Destry yang telah menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) pada 1 Juli tidak mendapatkan banyak tentangan dari anggota dewan.
 
Wakil Ketua Komisi XI Achmad Hafisz Tohir mengatakan suasana kebatinan politik di komisi keuangan dan perbankan itu cenderung menyetujui Destry Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia periode 2019-2024.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejauh ini, ujar Hafisz, tidak ada suara penolakan dari anggota Komisi XI DPR terhadap pencalonan Destry.
 
"Saya melihat belum ada perbedaan pandangan yang tajam dalam Komisi XI untuk pemilihan Deputi Gubernur Senior BI ini. Kecenderungannya memang semua menyetujui," katanya.
 
Sedianya keputusan untuk penetapan Destry itu dilakukan kemarin. Namun, Ketua Komisi XI DPR Melchias Marcus Mekeng menyatakan akhirnya pihaknya akan menetapkan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia hari ini setelah rapat internal dengan komisi karena belum seluruh fraksi menyampaikan pandangannya.
 
"Besok (Kamis) pukul 15.00," ujar Mekeng.
 
Pengambilan keputusan terhadap Destry bisa saja dilakukan secara aklamasi bila tidak ada perbedaan yang tajam. Namun, tetap saja opsi voting terbuka. "Kalau semuanya sama, aklamasi. Kalau ada perbedaan, kita ambil voting saja," jelasnya.
 
DPR menargetkan penetapan Deputi Gubernur Senior selesai sebelum 25 Juli 2019 sesuai dengan surat perintah yang telah keluar pada 25 April 2019 lalu. Masih ada waktu satu pekan untuk membawa keputusan komisi itu ke Paripurna DPR.
 
Baca juga: Destry Selangkah Jadi Deputi Gubernur Senior BI
 
Rekam Jejak Bersih
 
Pada rangkaian terakhir, Komisi XI DPR meminta konsultasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memverifikasi rekam jejak Destry.
 
Berdasarkan rapat tertutup dengan PPATK, tidak ada rekam jejak transaksi keuangan yang mencurigakan dari Destry. Semua transaksi keuangan anggota Dewan Komisioner LPS itu masih bersifat wajar.
 
"Tidak ada opini yang menimbulkan kesan negatif hingga saat ini terhadap calon DGS BI," ujar Hafisz.
 
Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) juga memberikan masukan yang positif terhadap kemampuan Destry.
 
"Destry berpengalaman, satu sebagai ekonom serta Dewan Komisioner LPS, dan yang saya anggap dia mempunyai sifat yang bersahabat dengan pasar atau familier di keuangan sehingga dia komunikatif di asosiasi dan ini bisa menjadi suatu jembatan," kata Ketua Himbara Maryono sebelum rapat dengar pendapat di Komisi XI DPR di Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019.
 
Menurut Maryono yang juga Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk (BTN), posisi Deputi Gubernur Senior BI perlu sosok yang komunikatif dan mampu menjembatani hubungan antara industri dan BI sebagai regulator dan pengawas sistem keuangan.
 
Dengan pengalaman Destry yang beragam di industri keuangan, Destry mampu membuat kebijakan yang pruden untuk sistem keuangan dan industri keuangan. "Saya kira dia akan memiliki ide-ide yang baik untuk dikembangkan di BI," pungkasnya.
 
Adapun berdasarkan agenda yang diterima Medcom.id, Komisi XI DPR pukul 14.00 WIB akan melakukan pengambilan keputusan terkait fit and proper test Destry Damayanti sebagai calon DGS-BI, Kamis, 11 Juli 2019.(Media Indonesia)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif