Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto. Foto: MI/Susanto.
Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto. Foto: MI/Susanto.

Mendag Dorong Pengusaha Korea Terlibat di Proyek Infrastruktur

Ekonomi infrastruktur indonesia-korea
Ilham wibowo • 28 November 2019 15:12
Busan: Pemerintah Indonesia berkomitmen terus mengembangkan perekonomian modern di Tanah Air melalui pembangunan infrastruktur. Kolaborasi pun aksesnya dibuka luas terutama dalam tujuan menghadirkan investasi.
 
"Untuk mengembangkan dan memodernisasi infrastruktur, Indonesia menyambut hangat para pebisnis Korea Selatan yang ingin terlibat dalam proyek Indonesia di masa depan," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto melalui keterangan tertulis, Kamis, 28 November 2019.
 
Pernyataan itu disampaikan Mendag Agus saat membuka forum bisnis Indonesia-Korea Selatan dan penjajakan kesepakatan dagang (bussiness matching) di Busan, Korea Selatan. Sebanyak 92 peserta dari asosiasi dan pelaku usaha hadir dalam acara itu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus memaparkan berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Indonesia dengan melakukan reformasi regulasi dalam membuka akses pengebangan ekonomi. Peringkat kemudahan melakukan bisnis di Indonesia pun difokuskan agar semakin membaik serta nilai investasi dan kepercayaan pasar semakin meningkat.
 
"Kolaborasi Korea Selatan dengan Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan salah satu ekonomi G20 paling dinamis, bisa membuat kedua negara memperoleh manfaat yang lebih besar dari pasar regional danglobal. Inilah saat yang tepat bagi kedua negara untuk memperkuat kemitraan dan kolaborasi," ungkap Agus.
 
Saat ini, kata Agus, merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat kemitraan dan kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan. Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Korea Selatan (IK-CEPA), juga akan membawa langkah positif bagi kemitraan kedua negara serta meningkatkan ekspor dan investasi.
 
"Dengan penandatanganan IK-CEPA, nilai perdagangan kedua negara di masa depan akan meningkat secara signifikan karena akses yang lebih baik. Untuk itu, saya meminta semua sektor swasta dari kedua negara agar mengambil keuntungan dari peluang ini. Ini saatnya mempersiapkan masa depan IK-CEPA," paparnya.
 
Lebih lanjut, pada 2025 Indonesia dalam kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo diproyeksikan dapat meningkatkan pendapatan per kapita menjadi lebih dari USD15 ribu. Selain itu, pada 2030 juga diproyeksikan akan tersedia 113 juta pekerja terampil, serta peluang pasar sebesar USD1,8 triliun yang mencakup layanan konsumen, pertanian, perikanan, sumber daya, dan pendidikan. Indonesia juga akan menjadi ekonomi terbesar ke-7 di dunia pada 2030, dan terbesar ke-4 pada 2050.
 
Sementara itu, dalam sambutannya, Dubes RI Umar Hadi juga mengajak pengusaha Korea Selatan menjalin mitra dagang di Indonesia dan memanfaatkan KBRI Seoul, Atase Perdagangan Seoul, dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Busan untuk meningkatkan perdag dan investasi kedua negara.
 
Sedangkan Duta Besar Kim Chang-beom menginfokan Indonesia adalah mitra dagang strategis bagi Korea Selatan dan mengajak pengusaha Korea untuk melihat Indonesia sebagai mitra potensial. Dubes Kim juga menjelaskan, perusahaan Hyundai bahkan akan berinvestasi di Kerawang Indonesia untuk membangun pabrik dan memproduksi mobil 200 unit per tahun.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif