"Beras medium Bulog juga layak sebenarnya untuk dikonsumsi oleh konsumen di kelas menengah ke atas yang selama ini berbelanja beras di ritel modern. Selama ini, hanya beras premium yang dijual di ritel modern," ujar Roy Nicholas Mandey, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu, 13 November 2019.
Ia menambahkan sebagai peritel modern akan selalu mendukung program pemerintah untuk membantu meningkatkan konsumsi, salah satunya untuk menyerap beras Bulog. Dalam hal ini, lanjutnya, Aprindo mewadahi dan nanti konsepnya bussines to bussines antar perusahaan-perusahaan anggota Aprindo.
"Seperti supermarket, minimarket, Hypermarket, berbicara langsung dengan Bulog untuk teknisnya," ucapnya.
Ia memaparkan berdasarkan catatan Aprindo terdapat sekitar 45 ribu ritel modern. Dari jumlah itu, sekitar 95 persennya siap untuk menjual beras Bulog. "Tidak semua ritel modern menyerap beras karena lima persen ritel modern merupakan department store," tukasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, masuknya beras medium Bulog ke ritel modern akan mendukung upaya penyediaan beras dan komoditi pangan pokok bagi konsumen dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
"Hal ini sangat penting untuk mendukung upaya pemerintah dalam meredam gejolak harga pangan yang tercermin dari stabilnya tingkat inflasi nasional khususnya inflasi bahan pangan," ujarnya.
Dengan jumlah jaringan gudang mencapai lebih dari 1.400 unit yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, lanjut dia, Bulog telah menjadi bagian dari kekuatan nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dalam hal ketersediaan, keterjangkauan dan stabilisasi harga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News