Kepala BKPM Tom Lembong. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin
Kepala BKPM Tom Lembong. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin

Benih Investasi di Indonesia Terus Bertumbuh

Ekonomi bkpm kabinet kerja Evaluasi Kabinet Kerja
Ilham wibowo • 17 Oktober 2019 13:32
Tangerang: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menyebut pencapaian kinerja lembaganya di periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo berada pada jalur positif. Meski demikian, masih banyak rencana kerja yang belum memenuhi target.
 
"Saya beberapa hari ini cukup banyak merenungkan prestasi pencapaian lima tahun maupun juga kegagalan, kekeliruan, PR (pekerjaan rumah) yang masih ada tentunya tidak sedikit," kata Thomas saat menghadiri forum diskusi di Trade Expo Indonesia, ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis, 17 Oktober 2019.
 
Langkah Thomas di Kabinet Kerja jilid I hanya tinggal dua hari lagi sebelum resmi dipilih kembali atau digantikan sosok yang lain di periode kedua. Ia menjabarkan kinerja peningkatan investasi di Tanah Air cukup dipengaruhi faktor tekanan eksternal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mengingat lima tahun terakhir kondisi global cukup sulit, saya sebenarnya cukup puas. Yah, lumayanlah dengan prestasi-prestasi kita," kata Thomas.
 
Menurutnya, Indonesia sudah banyak berbenah untuk meningkatkan aspek utama yang membuat investasi bisa hadir lebih banyak. Pemerintah melihat potensi peningkatan sektor industri dari investasi asing. Beragam kemudahan regulasi digulirkan dan ketersediaan fasilitas infrastruktur penunjang juga diperkuat.
 
"Hampir di semua survei, Indonesia selalu masuk top lima destinasi investasi di dunia yang paling prospek, minimum top tujuh," ungkapnya.
 
Proyek infrastruktur nasional yang difokuskan di periode pertama ini juga mambawa efek berantai dalam kinerja pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB/GDP) nasional. Selain jumlahnya yang besar, program menghadirkan infrastruktur sebagai konektivitas juga dilakukan secara merata.
 
"Kita bisa tembus GDP USD1 Triliun per tahun, menjadi ekonomi terbesar 16 di dunia menggunakan kurs yang ada, kita punya jumlah pengguna internet nomor lima terbesar di dunia," ujarnya.
 
Thomas mengatakan target dari rencana yang belum diselesaikan akan jadi fokus utama. Ia yakin hasil riset dari berbagai lembaga internasional yang menyebut Indonesia masuk 10 besar ekonomi dunia dalam 10-15 tahun mendatang akan segera terwujud.
 
"Saya kira di periode kedua Presiden Jokowi kita bisa naik dari (peringkat) 16 ke (peringkat) 12. Ini juga tidak lepas dari kondisi ekonomi global. Nah, sebagai mantan bankir, saya cukup puas melihat rating atau pemeringkatan di era Presiden Jokowi. Kita melanjutkan perjalanan dari sebelumnya di bawah peringkat layak investasi, sekarang masuk kategori sangat solid, kita satu tingkat di atas batas minimum," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif