Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.
Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.

Suntikan Pemerintah Rp3,8 Triliun Bisa Perbaiki Kinerja PT PANN

Ekonomi pmn
Antara • 19 Februari 2020 19:54
Jakarta: Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pembiayaan kapal PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero) atau PT PANN optimistis kucuran Penyertaan Modal Negara (PMN) akan memperbaiki struktur permodalan dan memperbaiki rasio utang perusahaan.
 
"Rencana PANN setelah mendapat PMN akan kolaborasikan unit pembiayaan maritim dan unit bisnis pelayaran," kata Direktur Utama PT PANN Hery S Soewandi dikutip dari Antara, Rabu, 19 Februari 2020.
 
Menurut Hery, PANN akan mampu memberikan kontribusi lebih kepada negara melalui pajak, meningkatkan konektivitas, dan menyerap lapangan kerja ketika PMN disalurkan. Pada RDP dengan Komisi VI, Hery memaparkan bahwa PANN mengalami kerugian perusahaan akibat Perjanjian Penerusan Pinjaman atau Subsidiary Loan Agreement (SLA) yang sudah berlangsung lama.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hery menyampaikan perusahaan pernah dipercaya mengelola dua proyek yakni jetisasi pesawat dengan Jerman dan pemberdayaan kapal ikan dengan Spanyol.
 
Sayangnya, dua proyek itu tidak pernah selesai, sehingga perusahaan merugi hingga mengakibatkan likuiditas dan permodalan negatif.
 
"Dari kedua proyek tersebut, PANN tidak pernah mendapatkan hasil (keuntungan)," ujar Hery.
 
Untuk itu, Hery berharap suntikan dana berupa PMN nontunai sebesar Rp3,8 triliun mampu mengembalikan kondisi perusahaan.
 
Hery menambahkan perusahaan memiliki bisnis perhotelan yang dibangun di Bandung dan Surabaya, yakni Hotel Grand Permata di Bandung dengan kelas bintang empat dan dan Grand Surabaya yang berbintang tiga. Kedua hotel itu pernah menjadi bintang, namun terbengkalai dalam kondisi lama.
 
Sejak Hery menjabat sebagai direktur utama pada 2015, ia kemudian melakukan investasi terhadap dua hotel itu. Kendati belum optimal, namun kedua hotel tersebut mampu mencetak keuntungan sebesar Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar per tahun, yang saat ini digunakan untuk membiayai gaji karyawan.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif