NEWSTICKER
Ilustrasi Virus Korona. Foto : AFP.
Ilustrasi Virus Korona. Foto : AFP.

Realisasi Investasi Diklaim Tak Terganggu Virus Korona

Ekonomi investasi Virus Korona
Eko Nordiansyah • 17 Februari 2020 16:23
Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai realisasi investasi belum terganggu dengan penyebaran virus korona. Sejauh ini realisasi investasi masih berjalan lancar, sehingga secara jangka pendek gangguan akibat korona belum terlihat.
 
"Jadi belum ada nanti lihat Maret, kalau masih belum bisa teratasi akan mengumumkan seberapa dampak terhadap realisasi investasi," kata Kepala BKPM Bahlil Lahadalia di Gedung BKPM, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.
 
Dirinya menambahkan investasi dari produsen susu terbesar Tiongkok Yili Group ke Indonesia masih berjalan. Menurut Bahlil, proses investasi bakal terganggu jika mereka tidak bisa mengirim SDM hingga mesin yang bakal digunakan untuk memulai produksinya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka masih sampai sekarang jalan, yang Yili itu masih jalan. Saya katakan begini, investasinya akan terganggu kalau tenaga ahli mereka enggak bisa ke Indonesia, mesin enggak bisa ke Indonesia atau mereka tidak bisa aktivitas," jelas dia.
 
Bahlil meyakini jika kasus korona bisa berakhir sebelum Maret, maka dampak terhadap investasi masih terbatas. Dirinya optimistis penyebaran virus yang berasal dari Wuhan Tiongkok bisa segera diminimalisir sehingga tidak menganggu proses investasi di dalam negeri.
 
BKPM sebelumnya mencatat total realisasi investasi sepanjang Januari sampai Desember 2019 sebesar Rp809,6 triliun. Angka tersebut tumbuh 2,2 persen dari target realisasi investasi 2019 yang sebesar Rp792 triliun.
 
Sementara Tiongkok sebagai negara asal investasi terbesar pada periode triwulan IV-2019, yaitu dengan nilai investasi sebesar USD1,4 miliar (20,4 persen), diikuti Hong Kong, RRT USD1,1 miliar (16,3 persen), Singapura USD1,1 miliar (16,1 persen), Jepang USD1,1 miliar (15,3 persen), dan Belanda USD0,5 miliar (7,1 persen).
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif