Illustrasi. Antara/irwansyah.
Illustrasi. Antara/irwansyah.

Konsumsi Masyarakat Tinggi, Industri Plastik Masih Prospektif

Ekonomi Industri Plastik
Nia Deviyana • 10 Juli 2019 19:48
Jakarta: Industri plastik merupakan sektor manufaktur yang dinilai masih memiliki peluang pasar cukup besar. Sebab, konsumsi masyarakat terhadap produk plastik masih cukup tinggi.
 
"Peluang pasar pada industri plastik dan karet masih sangat besar sekali, seperti kebutuhan bahan baku plastik hingga 7 juta ton per tahun, sedangkan kita baru bisa suplai 2,3 juta ton. Jadi, masih ada ruang yang sangat besar pada industri ini,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono melalui keterangan resminya, Selasa, 10 Juli 2019.
 
Sigit menuturkan guna memenuhi kebutuhan bahan baku plastik dan karet di dalam negeri, perlu dorongan dari berbagai pihak untuk memperbanyak investasi masuk pada sektor strategis tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Apabila lebih banyak investasi yang masuk, diproyeksikan dalam lima tahun mendatang dapattercapai substitusi bahan baku impor untuk plastik hingga 50 persen," ungkapnya.
 
Sigit menyebutkan, selain konsumsi produk plastik masih cukup tinggi, aplikasi plastik sebagai bahan baku juga sangat luas untuk di berbagai sektor manufaktur, seperti industri kemasan produk makanan dan minuman, industri kosmetik, industri elektronik, serta industri otomotif.
 
Selain plastik, industri karet juga menjadi salah satu perhatian pemerintah. Saat ini, kata Sigit, Kemenperin meningkatkan penyerapan bahan baku karet melalui teknologi aspal karet dengan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di jalan tol seluruh Indonesia.
 
"Dengan terobosan tersebut, tujuh persen dari kebutuhan aspal di dalam negeri sebesar 1,6 juta ton bisa disubstitusi dengan karet alam,” imbuhnya.
 
Kemenperin mencatat industri plastik dan karet menunjukkan kinerja yang positif secara konsisten. Sepanjang 2018, industri plastik dan karet tumbuh sebesar 6,92 persen, meningkat dari 2017 yang sebesar 2,47 persen. "Ini merupakan pertumbuhan yang cukup menggembirakan karena di atas pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.
 
Sigit menambahkan industri plastik dan karet juga memberikan kontribusi siginifkan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas. Pada 2018, menyumbang sebesar Rp92,6 triliun atau 3,5 persen lebih tinggi dibandingkan 2017. Sumbangsihnya terhadap devisa, nilai investasi industri karet dan plastik menyentuh Rp9,40 triliun pada 2018. Di periode yang sama, nilai ekspornya menembus USD7,57 miliar.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif