NEWSTICKER
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninjau Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah. Foto : AP..
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninjau Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah. Foto : AP..

Rini Pastikan Pembangunan Bandara Jenderal Soedirman Sesuai Rencana

Ekonomi Bandara Jenderal Soedirman
Suci Sedya Utami • 02 Oktober 2019 20:36
Purbalingga: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memastikan pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah bakal berjalan sesuai rencana.
 
Bandara tersebut ditargetkan beroperasi pada Mei 2020. Sejumlah pekerjaan telah dilakukan sejak Mei 2019 yakni pembersihan lahan atau land clearing untuk runway atau landasan pacu dengan panjang 1.600 meter.
 
"Saya senang proyek berjalan baik, dan kita targetkan tahun ini runway bisa selesai dibangun dan dilanjutkan dengan pekerjaan-pekerjaan lain hingga rampung dan bisa beroperasi pada Mei 2020," kata Rini saat tinjauan langsung ke lokasi pembangunan runway Bandara Jenderal Soedirman di Purbalingga, Rabu, 2 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rini mengatakan keberadaan Bandara Jenderal Besar Soedirman nantinya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Serta dapat mengakomodir kegiatan investasi dan perekonomian di Jawa Tengah.
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengataka, Bandara Jenderal Besar Soedirman akan berperan signifikan dalam mendorong perekonomian khususnya di lima wilayah terdekat.
 
"Perekonomian di lima wilayah yaitu Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen atau kita kenal dengan Barlingmascakeb akan lebih maju dengan hadirnya Bandara Jenderal Besar Soedirman," ujar Awaluddin.
 
Awaluddin mengatakan runway merupakan salah satu infrastruktur penting yang menjadi prioritas pembangunan saat ini. Pada tahap I runway dibangun untuk melayani operasional penerbangan pesawat ATR 72-600 dan sejenis. Kemudian dilakukan pengembangan hingga Tahap III yang akan membuat bandara ini dapat didarati pesawat sekelas Boeing 737 dan Airbus A320.
 
Pembangunan terminal penumpang pesawat juga dilakukan bertahap. Pada tahap berkapasitas 98.812 penumpang per tahun. Lalu tahap II berkapasitas 440.440 penumpang per tahun serta tahap III berkapasitas sekitar 600 ribu penumpang per tahun. Selain itu, pembangunan tahap I juga mencakup apron untuk mengakomodir tiga unit pesawat ATR 71 dan sejenis.
 
Proyek bandara ini terletak di kawasan Pangkalan TNI AU Jenderal Besar Soedirman. Pada April 2019, AP II dan TNI AU menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) agar pembangunan infrastruktur sudah dapat dimulai.
 
AP II dan TNI AU juga telah menyepakati Daerah Lingkungan Kerja (DLKr), yakni DLKr I seluas 4,42 hektare guna diusahakan sebagai bandara meliputi terminal kargo, terminal penumpang, bangunan operasional atau perkantoran dan fasilitas sisi darat lainnya.
 
Lalu DLKr II seluas 43,5 hektare guna penggunaan bersama (penerbangan sipil dan militer) meliputi runway, RESA (runway end safety area), stopway, taxiway, PKP-PK (Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran), fasilitas bersama, dan pagar pengamanan bandara.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif