NEWSTICKER
Gedung Kementerian Perdagangan. Foto: Setkab
Gedung Kementerian Perdagangan. Foto: Setkab

Kemendag: Pertemuan IPC Produsen Lada Bahas Stabilitas Harga Dunia

Ekonomi perdagangan bebas ekonomi dunia ekonomi indonesia Harga Lada
Antara • 18 September 2019 15:03
Jakarta: Kementerian Perdagangan menyatakan Indonesia bersama negara-negara produsen lada lainnya yang tergabung dalam International Pepper Community (IPC) akan segera mengadakan pertemuan guna membahas stabilisasi harga lada dunia.
 
Kepala Subdirektorat Organisasi Komoditas, Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan, Flora Susan menjelaskan kelima negara anggota IPC, yakni India, Indonesia, Malaysia, Sri Lanka dan Vietnam akan mengadakan pertemuan tersebut pada November 2019 untuk membahas harga lada dunia yang sedang jatuh.
 
"Pertemuan tahun ini nanti di November, dan Vietnam sebagai produsen utama menjadi tuan rumahnya. Topik yang menjadi fokus utama dari pertemuan negara anggota IPC adalah untuk stabilisasi harga," kata Flora, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu, 18 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Flora menjelaskan Indonesia sebagai produsen kedua pemasok kebutuhan lada dunia akan meminta adanya manajemen suplai. Selama ini, belum ada skema khusus yang mengatur soal pengaturan suplai di antara negara anggota IPC.
 
Padahal, kata dia, harga lada di dunia disebabkan oleh berlebihnya pasokan dari negara-negara IPC dan tidak sesuai dengan konsumsi atau kebutuhan. Dalam pertemuan IPC mendatang, para negara anggota juga akan membahas agar konsumsi lada bisa ditingkatkan.
 
"Negara-negara produsen anggota IPC meliputi 73 persen dari produksi lada di dunia. Kalau negara tersebut bisa meningkatkan konsumsinya, harapannya bisa menstabilisasi harga lada dunia," kata Flora.
 
Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan Arlinda menjelaskan konsumsi lada di dunia hanya meningkat sekitar dua persen per tahun, tidak sejalan dengan produksinya yang tumbuh sekitar 7-8 persen per tahun.
 
Akibatnya harga lada di Indonesia semakin terpuruk. Kementerian Perdagangan mencatat harga lada putih pada 2016 sempat mencapai Rp157.000 per kilogram, namun kini menjadi Rp37.000 per kg. Sementara itu lada hitam harganya sempat mencapai Rp121 ribu per kg pada 2017, kini hanya Rp22 ribu per kg.
 
"Ini harus disiasati bersama, bagaimana kelima negara IPC ini bisa mengendalikan harga. Mereka harus bertindak sebagai pricemaker. Kita tingkatkan juga sosialisasi agar konsumsi lada di internasional maupun dalam negeri meningkat," pungkas Arlinda.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif