"Sekarang kita tidak memakai kertas sama sekali, jadi sudah paperless. Mulai dari prospek, pengenalan kebutuhan klien, sampai klien membeli (polis), itu semuanya paperless dan digital," kata Chief Agency Officer FWD Life Adi Chandra dalam Agency Kick-Off 2020 FWD Life di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Januari 2020.
Bahkan, digitalisasi berasuransi yang ditawarkan FWD Life dimulai pada tahap calon nasabah memilih agen. Tak hanya itu, proses pembelian polis hingga tanda tangan pun dilakukan secara digital melalui aplikasi mobile yang digunakan oleh agen.
"Agen menyiapkan tablet, di situ ada aplikasi (pengajuan pembelian polis). Dari aplikasi itu (agen) langsung menanyakan keperluan calon nasabah dalam berasuransi. Dalam hal ini tetap diperlukan face to face," tuturnya.
Di samping itu, aku Adi, perusahaan juga fokus terhadap pengembangan agen. Menurutnya, agen merupakan tombak utama dalam peningkatan layanan kepada nasabah sejalan dengan upaya agen dalam mengedukasi dan penetrasi nasabah.
Pengembangan kualitas agen diharapkan mampu meningkatkan kinerja perusahaan dan penjualan produk asuransi yang ditawarkan. Kualitas agen yang mumpuni diyakini juga mampu merealisasikan target perusahaan.
"Jadi intinya kita punya target di 2020, apa yang bisa kita bantu dan support sebagai company FWD agar agen ini bisa lebih sukses lagi," ungkapnya.
FWD Life punya beberapa program pelatihan keagenan, di antaranya menyekolahkan para agency leaders terpilih di INSEAD, Prancis. Kemudian menggandeng perusahaan konsultan marketing MarkPlus, hingga program pelatihan agency leaders di perguruan tinggi ternama Indonesia.
Adi mengklaim, program-program kepelatihan para agen dan agency leaders yang diberikan perusahaan menjadi pembeda FWD Life dengan perusahaan asuransi jiwa lainnya. Bagi FWD Life, agen merupakan investasi penting dalam mendukung dan meningkatkan kinerja perusahaan.
"Mungkin saya rasa kalau (perusahaan) yang lain hanya menyekolahkan staf, tapi kita menyekolahkan agen dan leader agen kita sekolahkan. Kenapa? karena ini adalah garda paling depan untuk kita mencari dan membantu nasabah dalam mencari solusi perlindungan proteksi yang kita berikan," pungkas Adi.
FWD Life saat ini punya lebih dari 2.000 agen yang tersebar di 11 kota. Di antaranya Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, dan Lombok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News