Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro saat melakukan uji coba Light Rapid Transit (LRT) dari stasiun Harjamukti, Cibubur. Foto: Medcom.id/Nia Deviyana.
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro saat melakukan uji coba Light Rapid Transit (LRT) dari stasiun Harjamukti, Cibubur. Foto: Medcom.id/Nia Deviyana.

LRT Buatan PT Inka Bisa Bersaing dengan Buatan Jepang

Ekonomi inka persero lrt proyek lrt
Nia Deviyana • 28 November 2019 13:31
Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menilai kereta Light Rapid Transit (LRT) buatan PT Inka sudah bisa disandingkan dan bersaing dengan MRT buatan Jepang dan LRT buatan Korea. Hal tersebut, menurut dia, terlihat dari teknologinya.
 
"Kalau dari informasi PT Inka teknologi yang dipakai di MRT (buatan Jepang) itu level dua, nah ini LRT (PT Inka) sudah level tiga," ujarnya usai melakukan uji coba LRT dari Stasiun Harjamukti, Cibubur menuju stasiun Ciracas, Kamis, 28 November 2019.
 
Sehingga, lanjut Bambang, kereta LRT juga akan dioperasionalkan tanpa masinis (driverless) yang dikendalikan dari Operation Control Center (OCC). "Bahkan kita sudah punya teknologi driverless train ya," imbuhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bambang menjelaskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, dicanangkan enam kota besar yang bakal memiliki sistem transportasi massal berbasis rel atau kereta api.
 
"Jadi artinya kebutuhan akan kereta api, gerbong nya, lokomotifnya, maupun persinyalan termasuk infrastruktur relnya ini akan sangat besar. Nah di situlah kita perlu memastikan bahwa ketika ada kegiatan besar terkait kereta api, kita upayakan lokal kontennya, Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN)-nya makin besar, terutama dengan penguasaan teknologi oleh putra putri bangsa kita sendiri," paparnya.
 
Adapun TKDN kereta LRT Jabodebek saat ini masih 42 persen. Hal tersebut karena komponen kereta seperti sistem propulsi, TCMS, dan sistem pengereman masih impor. Bambang menuturkan ke depan PT Inka masih butuh banyak penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan penguasaan teknologi kereta sehingga bisa memproduksi dalam negeri.
 
"Penelitian dan pengembangan dapat dilakukan melalui instansi lain dengan dukungan dana Kemenristek/BRIN yang berfokus pada peningkatan TKDN," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif