Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara (ketiga dari kiri). (FOTO: dok Kominfo)
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara (ketiga dari kiri). (FOTO: dok Kominfo)

Startup Umrah Digital Dipastikan Tak Ganggu Pasar Travel Biro

Ekonomi startup indonesia-arab saudi ekonomi digital
Husen Miftahudin • 05 Juli 2019 16:33
Riyadh: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memastikan pengembangan startup aplikasi umrah digital yang akan digarap bersama oleh pemerintah Indonesia dan Arab Saudi tidak akan mengganggu bisnis biro travel yang selama ini sudah berjalan.
 
"Situasinya sama saja dengan biro travel yang dulu ada, sekarang juga masih ada ketika bisnisnya bergeser ke ranah online. Hanya saja sekarang menjadi merchant-nya Traveloka dan platform lainnya. Jadi tergantung pasarnya, ada pasar yang retail, ada yang non-retail. Tidak perlu khawatir," ujar Rudiantara dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Jumat, 5 Juli 2019.
 
Senada, Co-founder Tokopedia Leontinus Alpha Edison menegaskan kehadiran Tokopedia untuk memberikan solusi yang end to end dengan mengumpulkan permasalahan terlebih dahulu. Hal ini sejalan dengan visi misi Tokopedia yang ingin melakukan pemerataan pengusaha digital.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tokopedia sejak awal selalu ber-partner dengan berbagai pihak karena kita ingin maju bersama. Kita ingin membangun jembatan, bukan dinding penghalang," ungkap Leontinus.
 
Dalam implementasinya, Tokopedia akan bekerja bersama-sama dengan Traveloka melalui jalur Government to Government (G to G) maupun Business to Business (B to B) dengan pebisnis online di Arab Saudi. Pengembangan umrah digital fokus pada tiga aspek yang bisa diefisiensikan dengan mengimplementasikan teknologi dan membangun partnership dengan pihak lain.
 
"Kita akan mengembangkan pengalaman mulai dari pre-departure atau persiapan di Indonesia, kemudian saat mereka tiba di sini (Arab Saudi), dan setelah selesai umrah," tambah Leontinus.
 
Umrah digital diharapkan bisa menjadi pilihan alternatif biro travel yang memberikan jaminan keamaan dan kenyamanan. Pengelolaannya pun transparan dan bisa dipantau secara online.
 
Menkominfo Rudiantara mengaku selama ini tantangan pengelolaan umrah akibat adanya biro travel yang tidak bertanggung jawab dan melakukan penipuan. Inilah salah satu hal yang ingin diantisipasi pemerintah melalui pengembangan Kolaborasi Digital Indonesia-Arab Saudi.
 
"Nanti akan ada fintech-nya untuk pendanaan, ada logistiknya untuk mengantar barang. Itulah mengapa semua harus terintegrasi," ucap Rudiantara.
 
Prototipe Umrah Digital Disiapkan
 
Pengembangan startup umrah digital menjadi fokus pertama realisasi MoU kolaborasi digital Indonesia-Arab Saudi. Beberapa tahapan mulai dilakukan dua unicorn Indonesia, yaitu Tokopedia dan Traveloka, termasuk penyiapan prototipe-nya.
 
Kolaborasi Indonesia-Arab Saudi dalam mewujudkan startup aplikasi umrah ini juga membahas beberapa hal mulai dari bentuk kerja sama dan model investasi, rencana pengembangan produk, layanan untuk solusi umrah, hingga kemungkinan adanya pemberdayaan, pengembangan dan keterlibatan di sektor UKM.
 
"Kita harus dorong sektor swasta, peran pemerintah bukan sebagai regulator, tetapi memfasilitasi, membuka jalan, bahkan mengakselerasi. Jangan sampai Indonesia menjadi pasar terus," urai Rudiantara.
 
Bagi pemerintah Arab Saudi, pengembangan startup akan menguatkan diversifikasi ekonomi demi percepatan pencapaian visi Arab Saudi 2030. Salah satunya dengan menciptakan ruang inovasi dan investasi generasi muda Arab Saudi serta meningkatkan kompetensi di bidang industri digital yang melibatkan sektor UKM. Sementara bagi Indonesia, aplikasi ini bisa mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi digital.
 
"Jadi sebenarnya benefitnya juga untuk Indonesia, untuk unicorn Indonesia, pebisnis asal Indonesia, dan untuk masyarakat Indonesia," pungkas Rudiantara.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif