BJ Habibie. FOTO: MI/RAMDANI
BJ Habibie. FOTO: MI/RAMDANI

BJ Habibie Wafat, Teladani Habibienomics

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia Habibie Meninggal Dunia
Antara • 12 September 2019 12:02
Jakarta: Wafatnya Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie menyisakan berbagai pemikiran yang tertuang dalam konsep yang dapat disebut sebagai Habibienomics yang layak diteladani. Hal yang bisa diteladani antara lain adalah pentingnya penguasaan teknologi dalam membangkitkan industrialisasi sektor ekonomi nasional.
 
Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) Rachmi Hertanti sepakat impian Habibie untuk menjadikan teknologi dikembangkan di industrialisasi di berbagai sektor perekonomian perlu untuk jadi semangat bagi pemerintahan sekarang.
 
"Karena tanpa menguasai teknologi dan tanpa kemampuan mengembangkan teknologi, tidak akan mungkin kita bisa menjadi bangsa yang maju," kata Rachmi Hertanti, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 12 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rachmi menegaskan impian Habibie perlu untuk diteladani sehingga ke depan Indonesia harus selalu mendorong penguatan industrialisasi dengan melakukan pengembangan dan penguasaan teknologi.
 
Untuk itu, ujar dia, riset dan pengembangan termasuk juga kewajiban transfer teknologi untuk dapat diadopsi dalam industri lokal perlu menjadi prasyarat utama dari kebijakan yang terkait hal tersebut.
 
Sebagaimana diwartakan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang 3 hari berturut-turut atas wafatnya Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie di Jakarta, Rabu.
 
Instruksi yang disampaikan dalam surat edaran bernomor B- 1010/M.Sesneg/Set/TU.00/09/2019 itu juga menetapkan 12 sampai 14 September 2019 sebagai hari berkabung nasional.
 
"Untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada putra terbaik bangsa, Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie, yang wafat pada tanggal 11 September 2019 di Jakarta," tulis Mensesneg dalam surat edaran yang diterima di Jakarta.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif