Menperin Airlangga Hartarto saat mencoba furnitur kursi bahan baku rotan di Pameran IFEX 2019 JIExpo, Jakarta. (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Menperin Airlangga Hartarto saat mencoba furnitur kursi bahan baku rotan di Pameran IFEX 2019 JIExpo, Jakarta. (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Menperin Buka Pameran Furnitur Terbesar di Asia Tenggara

Ekonomi pameran ifex furnitur industri
Ilham wibowo • 11 Maret 2019 11:00
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto pagi ini membuka Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2019. Gelaran ini menggeser dominasi pameran terbesar se-Asia Tenggara yang pernah diadakan di Singapura.
 
"Pameran ini sudah paling besar dibandingkan pameran di Singapura, jadi ini merupakan pameran terbesar di ASEAN. Indonesia harus mendorong pameran seperti ini," ujar Airlangga di Jakarta Internasional Expo, Jakarta, Senin, 11 Maret 2019.
 
Airlangga mengatakan Pemerintah Indonesia telah menetapkan industri furnitur dan kerajinan sebagai salah satu bagian dari industri prioritas nasional. Hal ini antara lain didukung oleh ketersediaan sumber daya alam yang berlimpah di Indonesia, antara lain bahan baku kayu, rotan dan bahan alami lainnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Industri furnitur ini merupakan sektor yang padat karya dan banyak menyerap tenaga kerja serta sebagai penghasil devisa yang potensial," ungkapnya.
 
Indonesia juga memiliki potensi penghasil inovasi produk lantaran menjadi 80 persen bahan baku rotan dunia. Daerah penghasil rotan di Indonesia berada di berbagai pulau, terutama di Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, dan Pulau Sumatera.
 
"Dari 312 jenis spesies rotan yang ada di Indonesia, masih sedikit yang bisa dimanfaatkan untuk industri furnitur," paparnya.
 
Potensi sumber bahan baku kayu juga sangat besar, mengingat potensi hutan yang sangat luas dengan total. Sebanyak 12,8 juta hektare (ha) dari total luas hutan 120,6 juta ha merupakan hutan produksi.
 
"Dan dengan anugerah Tuhan YME berupa iklim tropis, sehingga berbagai jenis pohon dapat tumbuh dengan cepat," ujarnya.
 
Potensi sumber daya alam yang melimpah ini seyogyanya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung perekonomian bangsa serta untuk kesejahteraan masyarakat.
 
Industri furnitur merupakan industri hilir yang produknya memiliki nilai tambah tinggi. Perannya cukup penting dalam perekonomian nasional, antara lain dapat dilihat dari kontribusinya dalam pembentukan PDB, penyerapan tenaga kerja dan dalam perolehan devisa.
 
"Kontribusi industri furnitur terhadap PDB industri nonmigas pada 2018 adalah sebesar 1,36 persen," ucapnya.
 
Pameran IFEX yang digelar setiap tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah peserta dan para pembeli dari mancanegara kian meningkat.
 
Sebanyak 11 ribu pengunjung dan pembeli baik dari dalam maupun 149 negara ditargetkan untuk hadir pada acara 11-14 Maret 2019 ini. Total transaksi pameran ditargetkan mencapai USD300 juta.
 
"Buyers luar negeri memberikan respons yang sangat positif terhadap IFEX dan ini merupakan potensi yang harus kita jaga. Kami menghadirkan produk dan program unggulan lain untuk menunjukkan kualitas produk mebel dan kerajinan Indonesia," kata Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIKMI) Soenoto.
 

(AHL)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif