Kementerian BUMN (Foto: Setkab)
Kementerian BUMN (Foto: Setkab)

KBUMN Sebut Merpati Susah Kembali Terbang

Ekonomi merpati sekarat
Suci Sedya Utami • 01 Maret 2019 06:02
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menilai kemungkinan bagi maskapai penerbangan pelat merah Merpati Nusantara Airlines untuk terbang kembali akan sulit. Pasalnya menghidupkan kembali bisnis utama Merpati dalam dunia penerbangan salah satunya terganjal dengan aset dan fasilitas pesawat.
 
Apalagi, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro mengatakan, Merpati sudah sangat lama tidak beroperasi. "Menurutmu bagaimana untuk terbag lagi susah enggak? Kita sudah tidak punya pesawat," kata Imam, ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019.
 
Namun demikian, Imam mengakui, Kementerian BUMN tentu tidak akan membiarkan bisnis Merpati mati begitu sajja. Dia bilang Merpati masih bisa menjalankan bisnis melalui dua anak usahanya yakni Merpati Maintenance Facility dan Merpati Training Center.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Merpati masih punya dua bisnis Merpati Maintenance Facility dan Merpati Training Center. Saya lagi mencoba untuk membesarkan bisnis itu," tutur Imam.
 
Sementara itu, Direktur Utama Merpati Asep Ekanugraha menyatakan kesiapan untuk menjalankan tugas yang diinstruksikan untuk mengembangkan anak usaha tersebut. "Sepanjang yang ditugaskan akan kami laksanakan sebaik-baiknya," kata Asep.
 
Asep menjelaskan saat ini kondisi anak usaha Mepati Nusantara Airlines yakni Merpati Maintenance Facility dan Merpati Training Center jauh lebih maju dibandingkan dengan induknya. Nantinya, kata Asep, konsep pengembangan tersebut yaitu dengan mengintegrasikan anak usaha Merpati Nusantara Airlines dengan BUMN lain.
 
"Pengembangan anak usaha sesuai dengan bisnisnya termasuk dan tidak terbatas penerapan sinergi antarBUMN," tutur dia. Saat ini Kementerian BUMN dan internal Merpati Nusantara Ailines masih menyelesaikan beberapa progres restrukturisasi maskapai perintis itu.
 
Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku sulit bagi Merpati untuk terbang seperti rencana sebelumnya. Sebab setelah putusan pengadilan terkait proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) nyatanya belum ada investor yang menggelontorkan dana untuk menyelamatkan Merpati yang sudah tidak punya arus keuangan sejak 2008.
 
"Merpati tidak mungkin terbang lagi. Harapannya bisa mendapatkan investor. Tapi nyatanya sampai sekarang belum ada. Sebagai BUMN, kami bilang akan sulit Merpati bisa beroperasional kembali sebab pasar penerbangan kini sangat kompetitif," pungkas Rini.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif