Illustasi. Dok;AFP.
Illustasi. Dok;AFP.

OTT KPK, Produksi Baja Krakatau Steel Tak Terganggu

Ekonomi krakatau steel ott
Suci Sedya Utami • 24 Maret 2019 17:08
Jakarta: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menyatakan kinerja perusahaan tidak terganggu dengan adanya operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Direktur Teknologi dan Produksi Wisnu Kuncoro.
 
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan kasus tersebut juga tidak mengganggu produksi baja yang ditargetkan perusahaan sebesar 10 juta ton hingga 2025. Silmy bilang operasional dan produksi tetap berjalan sebagaimana mestinya.
 
"Enggak ada hambatan produksi. Permasalah ini enggak akan menurunkan kinerja Krakatau Steel," kata Silmy di kantor Krakatau Steel, Jakarta Selatan, Minggu, 24 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Direktur Utama PT Pindad ini mengatakan telah mengambil langkah antisipasi agar tetap memberikan pelayanan terbaik bagi para mitra Krakatau Steel. Dia bilang para mitra khususnya pihak asing pun telah berkomunikasi dan menyatakan ketidakkhawatiran dalam kasus tersebut ke bisnis perusahaan kedepannya.
 
Termasuk juga rencana untuk membangun 10 juta cluster di Cilegon pun dipastikan tidak akan terganggu dan mundur. Adapun rencana investasi Krakatau Steel tahun ini mencapai USD400 juta yang dialokasikan untuk induk dan anak perusahaan.
 
Sebelumnya KPK menangkap tangan salah satu Direktur di PT Krakatau Steel dan tiga orang lainnya dari unsur pihak swasta. Keempat orang itu diduga melakukan transaksi kotor terkait proyek di BUMN.
 
"Tim KPK memang menemukan adanya dugaan transaksi pemberian uang pada salah satu Direktur BUMN dari pihak swasta," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 22 Maret 2019.
 
Menurut Basaria, sebagian suap diberikan melalui cash sedangkan sisanya, dikirim melalui bank. Saat ini Wisnu pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan.
 
"Sedang didalami transaksi menggunakan rupiah ataupun dolar," jelas Basaria.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif