NEWSTICKER
Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kemendag Kasan. Foto: Medcom.id/ Ilham Wibowo
Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kemendag Kasan. Foto: Medcom.id/ Ilham Wibowo

Antisipasi Kemendag Hadapi Terpangkasnya Pertumbuhan Ekonomi RI

Ekonomi pertumbuhan ekonomi Virus Korona kementerian perdagangan
Ilham wibowo • 11 Februari 2020 15:54
Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 diprediksi bakal terpangkas 0,23 persen akibat perkiraan penurunan ekonomi Tiongkok sebesar satu persen. Hal ini sebagai dampak penyebaran virus korona sehingga perlu diantisipasi.
 
Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan, Kasan mengatakan prediksi Kemendag tersebut lebih rendah dari Bank Dunia yang memperkirakan ekonomi RI sebagai mitra Tiongkok akan terpangkas sekitar 0,3 persen. Situasi ini jadi kajian penting untuk menentukan berbagai alternatif agar neraca perdagangan Indonesia tetap stabil.
 
"Bukan menghibur, tapi itu berdasarkan fakta-fakta yang kami temukan secara ilmiah," kata Kasan ditemui di Auditorium Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasan menuturkan bahwa pelambatan ekonomi yang akan dialami Indonesia menjadi fakta yang mesti dihadapi lantaran Tiongkok saat ini sudah menjelma sebagai rantai pasokan terbesar sektor perdagangan. Ia optimistis, masih ada peluang untuk mengalihkan impor barang modal dan meningkatkan ekspor Indonesia ke negara selain Tiongkok.
 
"Supply chain ini kita harus cari pemikiran, supaya yang dari Tiongkok ke kita maupun kita ke Tiongkok atau pun ke negara lain itu bisa kita berjalan atau diminimalisir lah dampak dari aktifitas Tiongkok yang beberapa terhambat," tuturnya.
 
Negara di lingkup ASEAN masih menjadi potensi pasar yang besar untuk ekspor produk Indonesia dan impor barang modal. Pasar nontradisional juga perlu segera dimanfaatkan lantaran berpotensi menorehkan nilai yang besar apabila jumlah negaranya banyak.
 
"Tiongkok yang terbesar sebagai pasar ekspor maupun sumber impor, tapi jangan lupa juga negara ASEAN terutama Vietnam, Myanmar juga besar itu pasar potensial dan termasuk Asia Selatan," paparnya.
 
Tak hanya tantangan ekspor-impor, lanjut Kasan, menghadapi pelemahan ekonomi juga mesti ditanggulangi dengan membenahi sisi domestik. Kegiatan perdagangan di Tanah Air pun mesti dipastikan tetap stabil agar tetap memberikan dorongan pada pergerakan ekonomi.
 
"Perdagangan domestik ini juga menjadi bagian dari antisipasi yang bisa kita lakukan untuk minimal mengurangi dampak dari adanya situasi yang kita hadapi di Tiongkok saat ini," ujarnya.
 

 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif