NEWSTICKER
Direktur and Chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun. Foto: dok Manulife.
Direktur and Chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun. Foto: dok Manulife.

Manulife Jamin Nasabah dari Ancaman Korona

Ekonomi Virus Korona manulife aset manajemen indonesia
Ade Hapsari Lestarini • 04 Februari 2020 14:00
Jakarta: Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) memberi jaminan perlindungan menyeluruh ke seluruh nasabah terkait ancaman penyebaran virus korona yang merebak di Wuhan, Tiongkok hingga ke sejumlah negara.
 
"Kami turut prihatin atas mewabahnya virus korona yang telah merenggut ratusan nyawa di Wuhan sejak akhir 2019 dan sudah merebak di beberapa negara," tutur Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland dalam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.
 
Ia menjelaskan, saat ini Manulife memiliki sekitar 2,5 juta nasabah di seluruh Indonesia. Jaminan perlindungan itu diberikan kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa maupun kesehatan Manulife Indonesia. Perlindungan itu juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia maupun di luar negeri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini merupakan komitmen kami dalam upaya terus mengedepankan kepentingan nasabah," ujar Ryan Charland.
 
Manulife mengimbau para nasabah dan keluarga Indonesia untuk menjaga kesehatan di mana pun dan kapan pun. Hal itu untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang disebabkan virus korona. Ancaman virus ini merebak di Wuhan, Tiongkok, saat ini sangat mengkhawatirkan. Pemerintah Indonesia mulai Rabu, 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB mengeluarkan penundaan seluruh penerbangan dari dan ke daratan Tiongkok.
 
Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, daerah-daerah yang menerima penerbangan langsung dari Tiongkok adalah Jakarta, Tangerang, Bandar Lampung, Padang, Tarakan, Balikpapan, Manokwari, Sampit, Bandung, Jambi, Tanjung Balai Karimun, Samarinda, Palembang, Tanjung Pinang, Denpasar, Surabaya, Batam, Belitung, dan Manado.
 
Kebijakan Pemerintah RI itu dilanjutkan maskapai Garuda Indonesia. Garuda juga menunda sementara rute penerbangan dari dan menuju Tiongkok mulai 5 Februari 2020. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, hal itu merupakan bentuk perhatian serius Garuda Indonesia terhadap upaya antisipasi penyebaran virus korona dengan mengedepankan aspek keselamatan penerbangan serta keselamatan penumpang dan awak pesawat.
 
Penundaan sementara tersebut melingkupi layanan penerbangan dari dan menuju Beijing, Shanghai, Guangzhou, Zhengzhou, dan Xi’an. Saat ini, Garuda Indonesia melayani 30 frekuensi penerbangan setiap minggu ke Tiongkok.

Jangan Panik Korona


Direktur and Chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun menjelaskan pihaknya ingin masyarakat Indonesia tidak panik terkait wabah virus korona.
 
"Memang ini mengkhawatirkan, namun sebagai perusahaan asuransi, kami ingin memberikan peace of mind. Perasaan tenang dan damai ini yang ingin kami bangkitkan, melalui jaminan perlindungan menyeluruh ke nasabah Manulife Indonesia. Sekarang, tinggal bagaimana kita bisa menjaga kesehatan, bisa terus hidup sehat," papar dia.
 
Menurut Novita, dengan kondisi saat ini, pihaknya berkepentingan terus mengedukasi masyarakat pentingnya asuransi. Apalagi, saat ini banyak masyarakat cemas terhadap penyebaran virus, bahkan mudah curiga dengan kondisi sekelilingnya.
 
"Kami juga mendapat banyak telepon soal apakah polis mereka mengkover untuk perlindungan terhadap virus korona, kami pastikan Manulife beri jaminan perlindungan," ujar dia.
 
Dia memaparkan langkah-langkah antisipasi pencegahan penyebaran virus korona dengan meningkatkan budaya sehat di internal perusahaan. Manulife menyediakan masker untuk karyawan dan memberikan cairan antiseptik agar kebersihan terus terjaga. "Kami ingin karyawan juga menerapkan budaya hidup sehat, sehingga bisa fit tiap saat," ujar dia.
 
Selain itu, tambah dia, Manulife memperhatikan betul kebutuhan nasabah. Nasabah tidak perlu khawatir akan dipersulit dalam mengajukan klaim. Pihaknya memberikan kelancaran dalam proses klaim kepada nasabah. Hal tersebut juga bisa dilihat dari besarnya klaim yang disalurkan Manulife Indonesia kepada nasabah.
 
Hingga November 2019 (unaudited), Manulife Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp5,3 triliun atau setara Rp15 miliar per hari atau Rp608 juta per jam. Sepanjang 2018, Manulife membayar klaim ke nasabah sebesar Rp5,5 triliun atau Rp15 miliar setiap harinya, dan Rp626 juta setiap jamnya.

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif