Adira Finance Belum Berencana Ubah Target Bisnis
Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli (Foto: Medcom.id/Angga Bratadharma)
Jakarta: PT Adira Dinamika Multifinance Tbk atau Adira Finance menegaskan pencapaian kinerja hingga kuartal I-2018 sudah sesuai harapan atau sesuai target yang sudah ditentukan di awal tahun. Adapun Adira Finance mencatat laba bersih sebesar Rp443 miliar hingga kuartal I-2018 atau meningkat sebanyak 35,2 persen dibandingkan kuartal I-2017.

"(Kinerja bisnis Adira Finance) On track di kuartal pertama di tahun ini," kata Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli, menjawab pertanyaan Medcom.id, dalam acara Media Update: Kinerja Kuartal I-2018 Adira Finance, di Jakarta, Jumat, 4 Mei 2018.

Meski kinerja tersebut sesuai harapan, Hafid mengaku, Adira Finance belum berencana mengubah target bisnis di sepanjang tahun ini. Apabila ada perubahan target bisnis, biasanya dilakukan pada pertengahan tahun guna melihat situasi dan kondisi bisnis secara menyeluruh termasuk perkembangan makroekonomi.

"Kalau untuk perubahan target bisnis belum. Biasanya asosiasi kalau pun ada revisi dari target akan dilakukan pada pertengahan tahun. Sampai sekarang, penyaluran pembiayaan Adira Finance tetap ditargetkan tumbuh 5-10 persen," kata Hafid.

Sementara itu, Adira Finance mencatat laba bersih sebesar Rp443 miliar hingga kuartal I-2018. Adapun perolehan tersebut meningkat sebanyak 35,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp328 miliar.

Hafid Hadeli menjelaskan kenaikan laba bersih ini terutama didorong oleh pertumbuhan pada pendapatan bunga. Pendapatan bunga tumbuh karena adanya pertumbuhan penyaluran pembiayaan dan penurunan biaya pendanaan yang didukung oleh lingkungan suku bunga yang menurun.

"Secara keseluruhan, total pendapatan tercatat tumbuh 13,3 persen menjadi Rp2,4 triliun pada kuartal I-2018. Sementara itu, total beban mencatatkan kenaikan sebesar 9,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp1,8 triliun," kata Hafid.

Di sisi lain, lanjutnya, pertumbuhan penjualan sepeda motor baru dan mobil baru turut memberikan dampak terhadap peningkatan penyaluran pembiayaan Adira Finance. Pada kuartal I-2018, Adira Finance berhasil mencatatkan pertumbuhan pada penyaluran pembiayaan baru lebih besar dari pertumbuhan pasar otomotif.

"Kami membukukan pembiayaan baru sejumlah Rp8,7 triliun atau naik 19,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) tercatat sebesar Rp46,1 triliun, dan laba bersih tercatat sejumlah Rp443 miliar," tutup Hafid Hadeli.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id