Suasana usai terjadi tsunami di Banten. (FOTO: MI/Susanto)
Suasana usai terjadi tsunami di Banten. (FOTO: MI/Susanto)

Pemerintah Evaluasi Kerusakan KEK Tanjung Lesung

Ekonomi Tsunami di Selat Sunda KEK Tanjung Lesung
Ilham wibowo • 27 Desember 2018 14:34
Jakarta: Pemerintah bakal mengevaluasi dampak bencana tsunami yang menimpa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Banten. Pemulihan bakal segera dilakukan untuk mengembalikan geliat perekonomian.

Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto dirinya bakal membahas pemulihan KEK Tanjung Lesung ini langsung bersama Menteri Koordinator bidang Perekonomian. Rapat koordinasi juga bakal dihadiri Founder PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono selaku pihak pengelola kawasan.

"Iya (ada evaluasi) nanti pukul 5 sore, akan ketemu Pak Menko, mungkin besok siang akan ada konferensi pers untuk hasil pembicaraan nanti sore dengan Pak Darmono," ucap Enoh di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Pengerjaan fasilitas yang mengalami kerusakan sepenuhnya bakal dilakukan pengelola sebagai pengusul KEK. Hingga saat ini, tercatat 30 persen fasilitas bangunan di wilayah tersebut perlu mendapatkan rehab berat. "Kerusakan di dalam kawasan KEK ada jalan rusak dan fasilitas, itu tanggung jawab sendiri (pihak pengelola)," ungkapnya.

Pemulihan KEK Tanjung Lesung ini pun disebut tak akan mengunakan dana negara. Enoh memastikan PT Jababeka telah didukung oleh pihak perusahaan asuransi.

"Mereka sudah asuransikan hotel dan resort, jadi menurut saya sekelas Jababeka enggak ada masalah hanya Rp150 miliar bagi mereka," ujarnya.

Lebih lanjut, kerusakan KEK Tanjung Lesung akibat bencana tsunami Selat Sunda ini bakal menjadi perhatian khusus. Mitigasi yang diterapkan dianggap perlu penambahan sistem keamanan bahaya bencana alam.

"Tanjung Lesung sudah ada semua (mitigasi) hanya kemarin yang miss itu early warning system, itu saja sebenarnya jadi terlambat. Mungkin ini harus dikoordinasikan dengan teman-teman (instansi lain), karena ini bukan gempa dan hanya urukan dari Gunung Krakatau," ucapnya.

 


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi