Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, Medcom/Ilham WIbowo.
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, Medcom/Ilham WIbowo.

Industri Makanan Ditaksir Tumbuh di Atas 9%

Ekonomi industri makanan
21 April 2019 16:46
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan industri makanan dan minuman dapat tumbuh di atas sembilan persen pada 2019 karena mendapatkan tambahan investasi.
 
"Pemerintah akan terus menggenjot kinerja dan menarik investasi sektor industri berorientasi ekspor dan substistusi impor," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dikutip dari Antara, Minggu, 21 April 2019.
 
Tahun ini, industri makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta alas kaki siap untuk menanamkan modalnya dengan total sebesar Rp79 triliun. Industri makanan dan minuman akan menggelontorkan investasi Rp63 triliun, naik 11 persen dari 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian industri alas kaki dan TPT menyiapkan investasi masing-masing Rp2,8 triliun dan Rp14 triliun, melonjak hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
 
Pemerintah menjadikan subsektor industri padat karya tersebut sebagai motor pertumbuhan menufaktur serta penyumbang ekspor pengolahan nonmigas yang signifikan. Pada 2018, ekspor nonmigas tercatat di angka USD130 miliar atau naik sebesar 3,98 persen dibanding 2017.
 
“Pada 2018, kontribusinya mencapai 72,25 persen. Selama ini memang industri menjadi penyumbang terbesar. Selain itu, artinya bahwa produk-produk industri manufaktur dalam negeri sudah banyak berbicara di level global,” tuturnya.
 
Kemenperin juga mencatat, investasi di sektor industri manufaktur terus tumbuh signifikan. Pada 2014, penanaman modal masuk sebesar Rp195,74 triliun, kemudian naik mencapai Rp222,3 triliun di 2018.
 
Peningkatan investasi ini mendongkrak penyerapan tenaga kerja hingga 18,25 juta orang di 2018, yang berkontribusi sebesar 14,72 persen terhadap total tenaga kerja nasional.
 
“Dari 2015 ke 2018, terjadi kenaikan 17,4 persen dan ini diperkirakan bisa menambah lagi penyerapan tenaga kerjanya di 2019 seiring adanya realisasi investasi,” ungkap Menperin.
 
Kemenperin menargetkan sepanjang 2019 pertumbuhan industri manufaktur dapat mencapai 5,4 persen. Subsektor yang diperkirakan tumbuh tinggi, antara lain industri makanan dan minuman, industri permesinan, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, serta industri barang logam, komputer dan barang elektronika.
 

(SAW)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif