ILUSTRASI: Medcom.id/M. Rizal
ILUSTRASI: Medcom.id/M. Rizal

PII Siap Bantu Pemerintah Susun Roadmap Revolusi Industri 4.0

Husen Miftahudin • 09 Desember 2018 18:30
Jakarta: Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyatakan siap membantu pemerintah menyusun peta jalan (roadmap) menghadapi revolusi industri 4.0. Sejalan dengan arah dan tujuan PII, digitalisasi dunia industri meningkatkan efisiensi dan produktivitas demi mendongkrak perekonomian bangsa.
 
Hal tersebut dikatakan Heru Dewanto usai dikukuhkan sebagai Ketua Umum PII periode 2018-2021 menggantikan Hermanto Dardak. Sebelumnya, Heru menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PII periode 2015-2018.
 
"Kita harus siap menerapkan industri 4.0 yang mengedepankan tekonologi mutakhir sehingga lebih efisien. Insinyur Indonesia harus jadi tulang punggung transformasi industri 4.0 agar Indonesia tidak akan ketinggalan dengan negara lain," ujar Heru dikutip dari keterangan resminya, Jakarta, Minggu, 9 Desember 2018.

Di masa kepemimpinannya, Heru juga akan fokus untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah. "PII berperan untuk turut menciptakan lapangan pekerjaan, mensejahterakan rakyat, dan membuka cakrawala dunia, guna memajukan peradaban. Insinyur Indonesia adalah ujung tombak kemajuan bangsa," tegasnya.
 
Heru bilang, ada sejumlah tugas penting PII yang harus segera diselesaikan. Di antaranya meningkatkan kompetensi dan profesionalitas insinyur Indonesia, menyelenggarakan sertifikasi insinyur sesuai amanat UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, dan membangun data base insinyur nasional. 
 
"Dengan kompetensi profesi insinyur yang maju dan data base insinyur nasional, akan menjadi modal besar untuk menghadapi kompetisi insinyur global. Kita harus menjadi tuan di rumah sendiri, insinyur Indonesia harus berperan penuh dalam pembangunan infrastruktur yang masif saat ini," tutur Heru. 
 
PII berupaya menyetarakan insinyur Indonesia dengan negara yang lain. Heru menyebutkan, di ASEAN, mobilitas insinyur sudah menggunakan ASEAN Charter Professional Engineer. Sertifikasi tersebut akan membuat kesetaraan antar insinyur di 10 negara Asia Tenggara. 
 
"Sehingga insinyur dengan IPM (insinyur profesional madya) akan disetarakan dianggap sama dalam hal kompetensi dengan insinyur di ASEAN. Jadi, kemampuan kita dianggap sama. Hanya saja mereka yang akan masuk ke Indonesia harus melakukan proses registrasi ke PII. Kesetaraan ini akan membuat insinyur Indonesia mudah berkompetisi," jelasnya.
 
Dia tidak menampik jumlah insinyur di dalam negeri masih kurang. Saat ini, paling banyak insinyur dari bidang sipil, elektro, industri dan mesin. "Kita harus siapkan insinyur sesuai program pemerintah," pungkas dia. 
 
Heru Dewanto merupakan Presiden Direktur Cirebon Power, konsorsium pembangkit listrik dengan total kapasitas 660 MW dan 1.000 MW di Cirebon. Heru juga menyandang gelar Doktor Manajemen Strategis dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dan alumni University of Leeds, Inggris.
 
Adapun susunan pengurus inti PII periode 2018-2021:
- Ketua Umum: Heru Dewanto
- Wakil Ketua Umum: Danis Hidayat Sumadilaga
- Sekretaris Jenderal: Teguh Haryono
- Bendahara Umum: Sakti Wahyu Trenggono
- Direktur Eksekutif: Faisal Safa
- Ketua Dewan Direksi CEIPS: Ilham Akbar Habibie
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan