Menperin Airlangga Hartarto mendorong industri startup 4.0 mendunia. (Foto: dok Kemenperin)
Menperin Airlangga Hartarto mendorong industri startup 4.0 mendunia. (Foto: dok Kemenperin)

Mendorong Industri Startup 4.0 Mendunia

Ekonomi startup Revolusi Industri 4.0
Ade Hapsari Lestarini • 13 Desember 2018 22:37
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri startup era 4.0 semakin mengglobal. Potensi nilai industri digital Tanah Air ini pun mencapai USD150 miliar, ditopang startup dan bonus demografi Indonesia pada 2030. Sehingga diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi 1-2 persen per tahun.

"Industri digital mampu menyerap 17 juta tenaga kerja," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam acara Semarak Festival IKM di Jakarta, Kamis, 13 Desember 2018.

Dia mengatakan agar industri digital mampu mencapai target itu, diciptakanlah lingkungan yang mendukung hal tersebut. Di antaranya pengembangan kemasan produk yang berdaya saing, sumber daya manusia yang unggul, pemasaran yang baik dan produk barang dan jasanya sendiri yang unggul serta produk yang berstandar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Industri kreatif di dalam negeri mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian.  Karena itu, kami terus melakukan peningkatan daya saingnya agar semakin kompetitif di kancah domestik hingga global, bahkan siap memasuki era ekonomi digital," ujar Airlangga. Ia menambahkan salah satu cara lain untuk mendongkrak pertumbuhan industri adalah melalui program One Village One Product (OVOP). Airlangga berharap nantinya tiap daerah memiliki keunggulan kompetitif masing-masing dengan memiliki produk barang yang khas.

Selain itu sektor usaha rintisan (startup) di era ekonomi digital serta para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) perlu memanfaatkan teknologi manufaktur terkini dan peluang e-commerce. Airlangga menyebutkan data tentang industri kreatif di Indonesia yang mencatatkan kontribusi yang terus meningkat terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2015, sektor ini menyumbang sebesar Rp852 triliun. Sedangkan pada 2016 mencapai Rp923 triliun dan bertambah menjadi Rp990 triliun di 2017. Pada 2018 diproyeksi tembus hingga Rp1.000 triliun.

Kompetisi Startup

Sejalan dengan itu, Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menambahkan bahwa tahun ini Kemenperin membuka pendaftaran bagi para startup lokal yang ingin mengikuti kompetisi "Making Indonesia 4.0 Startup". Dari kompetisi ini akan diambil lima peserta terbaik dari 15 finalis yang mendapatkan hadiah sebesar masing-masing Rp50 juta pada Acara Festival Startup 4.0.

Kelima startup terbaik tersebut adalah Neurabot, Bantuternak, MSMB, Khaira Energy, dan Pigmi.
Acara Festival IKM atau Festival Startup 4.0. Selain itu diberikan penghargaan OVOP bintang 5 kepada empat IKM yakni PT Tama Cokelat Indonesia, Batik Winotosastro, Tenun Antik Hj Fatimah Sayuti, dan UD Mawar Art S. Sementara untuk OVOP bintang 4 diberikan kepada 26 IKM.

Adapun sasaran dari program kompetisi tersebut adalah startup binaan perguruan tinggi, inkubator bisnis, pemerintah daerah, bahkan BUMN dan swasta. "Respons masyarakat terhadap teknologi baru cukup bagus," ujar Gati.

Di sisi lain dilakykan penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktorat Jenderal IKM dengan ATT Group (Authorized Alibaba Global Partner) dan MoU Indonesian National Shipowners Association (INSA) dengan Pondok Pesantren Ashidiqqiyah.

Pelaksanaan kegiatan Making Indonesia 4.0 Startup didukung oleh beberapa asosiasi usaha, komunitas dan lembaga yang begerak di bidang teknologi digital ialah Amazon Web Services Indonesia, Asosiasi Cloud Computing, Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia, Asosiasi Tech Startup Indonesia, Angel Investor Network Indonesia, dan Block 71 Jakarta, Komunitas Robotika Indonesia, Estubizi Network, Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia, serta Rice INTI Bandung.

"Para pendukung program ini akan berkolaborasi bersama-sama untuk menyosialisasikan program, melakukan pembinaan lanjutan kepada para startup, serta memberikan akses kepada investor," pungkas Gati.


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi