Prabowo Kritik Pelonggaran DNI, Luhut: Baca Dulu Sebelum Komentar
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (Medcom/Annisa Ayu Artanti).
Jakarta: Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai pelonggaran Daftar Negatif Investasi (DNI) hanya membuat negara menyerah kepada asing. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membantah pernyataan itu.

"Yang mana? Enggak ada, makanya baca duku baik-baik, baru berkomentar," kata Luhut di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 22 November 2018.

Luhut menegaskan penerbitan paket kebijakan ekonomi XVI bukan sinyal pemerintah menyerah terhadap asing. Hal itu dilakukan untuk memproteksi pelaku usaha mikro kecil menengan (UMKM).

"Kita tidak ingin rakyat susah, memangnya kamu saja yang sayang sama negeri ini? Kita juga sayang kok sama negeri ini," tegas Luhut.

Luhut mengaku sempat ada perbedaan pandangan terkait kebijakan pemerintah mengeluarkan sejumlah sektor usaha dari DNI. Tapi, perbedaan itu telah diluruskan dalam sebuah rapat di Istana Kepresidenan Bogor.

"Sudah dijelaskan semua, memang ada dulu persepsi yang salah, mungkin penjelasan kurang detail," jelas dia.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bingung dengan kebijakan pelonggaran DNI yang dilakukan pemerintah. Prabowo menilai sikap pemerintah berubah-ubah dalam menyampaikan kebijakan yang memungkinkan sejumlah sektor usaha dapat dikuasai investor asing itu.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id