Megaproyek di Tol Jakarta-Cikampek Tidak Akan Dihentikan
Pekerja menyelesaikan pemasangan 'steel box girder' pembangunan Jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II. (Foto: ANTARA/Risky Andrianto)
Jakarta: Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono memastikan megaproyek di tol Jakarta-Cikampek tidak akan dihentikan. Waktu pengerjaan hanya akan diatur secara bergantian.

"Menteri Perhubungan mengharapkan proyek ini dikerjakan secara sinergis, berbagi beban," ujarnya dalam Metro Pagi Primetime, Jumat, 23 November 2018.

Bambang mengatakan ada tiga proyek besar yang tengah dikerjakan di ruas tol Jakarta-Cikampek khususnya di kilometer 11-17. Ketiganya yakni proyek Light Rapid Transit (LRT), elevated tol road, dan kereta api cepat Jakarta-Bandung. 

Proyek yang saat ini sangat masif dikerjakan adalah elevated tol road dan LRT karena mengejar operasional pada 2019. Namun karena dikerjakan secara berbarengan mobilisasi alat berat menjadi tinggi sehingga menimbulkan kemacetan.

"Jadi sinergi. Jangan proyek itu dikerjakan di satu titik berbarengan karena akan menyebabkan penyempitan jalan tol," kata dia.

Menurut Bambang, berdasarkan manajemen konstruksi, pengelolaan tiga proyek besar tersebut memang harus diatur. Pekerjaan konstruksi tetap berjalan namun lalu lintas juga harus lancar.

Untuk memastikan kedua hal itu berjalan, proyek di sepanjang tol Jakarta-Cikampek bisa bekerja secara bergantian. Misalnya pekerjaan di ruas tol Cikunir didahulukan proyek elevated tol road, setelahnya baru pengerjaan kereta cepat. Pengerjaan di satu titik secara bersamaan perlu dihindari.

"Jadi kita mengatur waktunya bergantian. Memang di dalam manajemen konstruksi proyek kereta api cepat dikerjakan dulu baru proyek elevated tol road. Tapi karena kalau proyek elevated tol road dikerjakan duluan kereta api cepat tidak bisa bekerja, manajemen waktunya diatur," jelasnya.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id