Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Bulog Ditugaskan Impor Bawang Putih

Ekonomi impor bulog Bawang Putih Impor Bawang Putih
Nia Deviyana • 19 Maret 2019 09:26
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menugaskan Badan Urusan Logistik (Bulog) mengimpor bawang putih guna menekan harga yang semakin tinggi. Kebijakan tersebut akan dilakukan pada bulan ini, agar ketika memasuki Lebaran harganya sudah normal.
 
Darmin mengungkapkan harga bawang putih saat ini sudah mencapai Rp40 ribu per kilogram (kg).
 
"Jadi kita tugaskan Bulog untuk mengimpor segera. Angkanya kurang lebih 100 ribu ton, untuk menarik lagi harganya ke arah Rp25 ribu per kg seperti masa normal," ujar Darmin saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin malam, 18 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Darmin menjelaskan setiap tahun Indonesia selalu mengimpor bawang putih sejumlah kurang lebih 400 ribu ton. Dalam hal ini swasta diperbolehkan mengimpor dengan syarat harus menanam juga.
 
"Ada aturan mainnya (untuk mengimpor). Nah, ini yang 100 ribu tugas Bulog. Ada slot untuk swasta tapi harus dihitung yang sudah menanam berapa," paparnya.
 
Darmin menuturkan untuk Bulog tidak diwajibkan menanam bawang karena kebutuhan sudah mendesak. "Ini kan sudah begini situasinya. Kalau menunggu swasta, harus cek lagi menanam berapa, keburu terlambat," tegasnya.
 
Di sisi lain, sejak awal tahun ini,Perum Bulog sudah membuka lelang pengadaan impor jagung tambahan sebanyak 150 ribu ton untuk kebutuhan pakan ternak dan stabilisasi harga.Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan membenarkan lelang impor jagung tersebut.
 
"Benar, 150 ribu ton. Atas dasar rakortas dan untuk stabilisasi," kata Oke dalam pesan singkat yang diterima Antara, Senin, 28 Januari 2019.
 
Menurut dia, lelang tersebut dilakukan melalui penerbitan surat perizinan impor (SPI) pada 25 Januari 2019.
Pengadaan impor jagung tambahan sebesar 150 ribu ton ini tercantum juga pada dokumen lelang yang dipublikasikan di situs resmi Bulog.
 
Dokumen lelang tertanggal 25 Januari 2019 tersebut ditandatangani Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar.Tender jagung dibuka untuk eksportir dari Argentina dan Brasil dengan rincian sebanyak 30 ribu ton akan dikirim melalui Cigading, Banten dan 120 ribu ton melalui Tanjung Perak, Surabaya.
 
Dalam dokumen lelang tersebut, Bulog memberi tujuh syarat, antara lain eksportir diminta memberikan penawaran hingga Senin ini.Selain itu, eksportir memiliki batas waktu untuk mendatangkan jagung paling lambat tiba di Indonesia pada 31 Maret 2019.
 
Impor jagung dilakukan untuk menekan harga jagung yang masih tinggi, yakni antara Rp5.000-Rp6.000 per kilogram (kg) di sebagian wilayah Jawa Barat dan Banten.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif