Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

Pemerintah Pacu Penumbuhan Industri Gula

Ekonomi gula kementerian perindustrian
Ilham wibowo • 18 Maret 2019 11:00
Jakarta: Penumbuhan industri gula terus dipacu untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Upaya ini dilakukan agar menurunkan ketergantungan terhadap bahan baku impor.
 
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan perhatian telah difokuskan dalam memasok kebutuhan produksi pada industri makanan dan minuman. Sektor ini masih jadi manufaktur andalan bagi perekonomian nasional melalui penerimaan devisa dari ekspor.
 
"Berdasarkan data tren produksi dan konsumsi gula nasional, terdapat kesenjangan antara supply dan demand sehingga terpaksa kekurangan dipenuhi melalui impor. Terutama raw sugar atau gula kristal mentah, di antaranya untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman," kata Airlangga melalui keterangan resminya, Senin, 18 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Produksi gula berbasis tebu pada 2018 tercatat sebesar 2,17 juta ton, sementara kebutuhan gula nasional mencapai 6,6 juta ton. Saat ini produksi gula nasional dipasok oleh 48 pabrik gula milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan 17 pabrik gula milik swasta.
 
"Ada 12 pabrik baru yang akan didirikan di Jawa dan luar Jawa. Semuanya akan diberikan insentif oleh pemerintah," tutur Airlangga.
 
Menurut Airlangga, pemerintah telah berupaya menekan volume impor. Pada 2019, izin kuota impor gula industri hanya diberikan sekitar 2,8 juta ton. Nilai itu turun dibanding pada tahun lalu sebanyak 3,6 juta ton.
 
"Kuota impor dipotong lantaran masih ada stok gula impor sekitar satu juta ton di gudang-gudang industri," ungkapnya.
 
Dia menuturkan pemerintah juga akan aktif mendorong investasi industri gula terintegrasi dengan kebun. Upaya itu dilakukan dengan memacu tumbuhnya pabrik-pabrik gula baru dan perluasan pabrik gula yang sudah eksisting.
 
Regulasi juga telah diterbitkan melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 10 Tahun 2017 tentang Fasilitas Memperoleh Bahan Baku Dalam Rangka Pembangunan Industri Gula.
 
"Fasilitas ini disambut baik oleh investor yang melakukan pembangunan pabrik gula baru sejak 2010 dengan total investasi sampai saat ini mencapai Rp30 triliun, meliputi 12 pabrik gula baru di antaranya dua pabrik gula akan commissioning 2019-2020 serta satu pabrik gula existing yang sudah melakukan perluasan," paparnya.
 
Kebutuhan gula setiap tahunnya terus meningkat, seperti misalnya gula kristal rafinasi (GKR). Komoditas ini angka konsumsinya naik sebesar 5-6 persen per tahun. Menurut Airlangga, upaya peningkatan produksi tersebut mengikuti pertumbuhan dua sektor industri terutama makanan dan minuman serta farmasi yang mampu di atas tujuh persen per tahun.
 
Airlangga menegaskan pemerintah tidak hanya tergantung pada peran pabrik gula atau off-farm dalam peningkatan produksi gula. Peran dari sisi para petani tebu atau on-farm juga pengaruhnya sangat besar.
 
"Petani tebu diyakini bisa memberikan kontribusi besar dalam pemenuhan kebutuhan gula nasional karena hasil tebu yang berkualitas akan menghasilkan rendemen gula yang tinggi," paparnya.
 
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2010 yang direvisi menjadi Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Negatif Investasi, setiap pembangunan pabrik gula baru wajib terintegrasi dengan perkebunan tebu.
 
"Petani tebu memegang peranan sangat besar dalam industri ini, sehingga pemerintah perlu memberikan stimulus bagi petani tebu agar tetap bergairah dalam menanam tebu dan tidak beralih ke tanaman lain yang dikhawatirkan akan semakin menurunnya produksi gula nasional," ujar Airlangga.
 
Ia menambahkan pembangunan pabrik gula baru juga diharapkan dapat memberikan dampak yang positif kepada masyarakat yang berada di sekitar wilayah pabrik dengan kesejahteraan ekonomi yang meningkat. Termasuk di dalamnya sopir-sopir tebu yang turut serta membantu kelancaran operasi pabrik gula dan juga masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik gula.
 
"Kami terus mendorong agar pabrik gula dan petani dapat berupaya optimal meningkatkan produksi tebu dan gula sehingga berkontribusi pada pengembangan industri gula nasional dan pemenuhan gula nasional," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif