Illlustrasi. MI/Ramdani.
Illlustrasi. MI/Ramdani.

Pemerintah Siap-Siap Panen Raya

Ekonomi panen raya
Eko Nordiansyah • 22 Januari 2019 20:57
Jakarta: Pemerintah mempersiapkan diri jelang menghadapi panen raya yang akan berlangsung mulai Februari sampai dengan April. Untuk itu, koordinasi antar kementerian dan lembaga terkait terus ditingkatkan agar hasil panen bisa diserap dengan baik.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan Presiden Joko Widodo telah meminta kementeriannya menyediakan pengering (dryer). Pasalnya dengan musim penghujan seperti sekarang ini, maka hasil panen berupa jagung dan beras memiliki kadar air yang tinggi.
"Mulai besok kita siapkan untuk menghadapi panen puncak Februari, Maret, April. Bersamaan antisipasi atas perintah Bapak Presiden kita persiapkan 900 ribu unit dryer untuk jagung dan beras," kata dia usai rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Januari 2019.
 
Amran menambahkan pada tahun ini pemerintah fokus untuk menyerap hasil jagung dari petani. Terlebih lagi harga jagung tengah mengalami kenaikan disebabkan oleh ketiadaan stok di pasar.

"Kita fokus jagung karena empat hari yang lalu kami ke Probolinggo ada hamparan 2.000 hingga 3.000 hektar (ha), mereka panen harganya Rp3.000-Rp4.000, ini baru mulai masuk panen nnati kalau sudah puncak, ini (harga) bisa turun," jelas dia.
 
Sementara itu, Perum Bulog juga mendapatkan mandat sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk menyerap hasil panen untuk cadangan. Nantinya cadangan akan disalurkan ketika terjadi kelangkaan, sehingga harga tetap bisa dikendalikan oleh pemerintah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi kita mengikuti pola-pola panen akan kita serap sesusai wilayah. Sekarang sudah kita petakan beberapa, termasuk Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Jawa Timur, Jawa Tengah itu akan kita serap," kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.


 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi