medcom.id, Jakarta: PT Bank Central Asia, Tbk (BBCA) mengungkapkan, pertumbuhan kredit perseroan di kuartal I-2015 mengalami perlambatan (slow down) bila dibandingkan perolehan kredit pada periode yang sama di tahun lalu.
"Akhir maret kuartal I-2015, pertumbuhan kredit agak slow down lah, tidak seperti kuartal I-2014," ujar Direktur Bank BCA Suwignyo Budiman, ketika ditemui dalam perjanjian sindikasi kredit KAI, Railink dan empat bank, di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Senin (20/4/2015).
Menurut dia, pertumbuhan kredit yang slow down di kuartal I-2015 ini sejalan dengan perkiraan dari Bank Indonesia (BI). BI sendiri memperkirakan pertumbuhan kredit di bawah ekspekstasi yang mencapai level 11 persen.
Ketika ditanya berapa persen pertumbuhan kredit pada kuartal I-2015 ini, Suwignyo belum bisa menjelaskan secara detail. Tapi, dirinya optimis di kuartal II-2015 nanti pertumbuhan kredit perseroan berangsur membaik
"Untuk tanya angka, angka pasti belum keluar, tapi kami harap kuartal II-2015 ini akan membaik. Tapi kami juga belum tahu berapa pertumbuhannya," ungkap dia.
Sekadar diketahui, kuartal I-2-14 pertumbuhan kredit BCA mencapai Rp317,2 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebanyak 19,7 persen bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp265 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di