Pabrik packing plant di NTB -- ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/
Pabrik packing plant di NTB -- ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/

Pemilik Semen Bosowa Optimistis Permintaan Semen Terus Melaju

Patricia Vicka • 26 Desember 2014 17:20
medcom.id, Jakarta: Direktur PT Semen Bosowa, Maros Subhan Aksa, optimistis permintaan semen akan terus meningkat. Apalagi dengan keberadaan pabrik pengepakan berkapasitas produksi 500.000 ton per tahun dengan nilai investasi sebesar Rp84 miliar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
 
Menurut dia, secara keseluruhan volume konsumsi semen untuk wilayah NTB dari tahun ke tahun terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, dengan rata-rata pertumbuhan 11,74 persen, meski pada 2013 lalu permintaan semen di daerah NTB sedikit mengalami perlambatan karena kurang kondusifnya perekonomian Indonesia pada 2013.
 
Menurut Subhan, meski pertumbuhan sektor pertaniannya menurun, namun sektor konstruksi merupakan sektor dengan laju pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 8,68 persen.

"Tentu bagi kami, dari dunia usaha, ini merupakan sebuah peluang," kata dia, dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat (26/12/2014).
 
Untuk semen, penetrasi brand Bosowa secara perlahan telah mampu diterima di pasar semen NTB. Saat ini Bosowa berada diurutan kedua setelah Indocement dengan market share sebesar 18,41 persen pada 2013 dan tumbuh 17,33 persen dibanding tahun sebelumnya.
 
Subhan Aksa mengatakan, pabrik pengepakan semen tersebut merupakan yang keenam setelah di Banyuwangi (Jawa Timur), Ciwandan (Banten), Samarinda (Kaltim), Kendari (Sulteng), dan Balikpapan (Kaltim).
 
Pada Desember 2013 lalu, Bosowa juga meresmikan Kiln Plant Semen Bosowa Maros berkapasitas produksi 1,8 juta ton per tahun. Dengan demikian, total kapasitas produksi pabrik Semen Bosowa di Sulawesi Selatan meningkat 81,81 persen menjadi empat juta ton dari sebelumnya 2,2 juta ton per tahun.
 
Bila ditambah dengan produksi di pabrik Semen Bosowa Indonesia (SBI) di Batam, tambah Subhan, total produksi Semen Bosowa sebesar 5,2 juta ton per tahun.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan