NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto : AFP
Ilustrasi. Foto : AFP

Virus Korona Bikin Pabrik Manufaktur AS Kekurangan Tenaga Kerja

Ekonomi amerika serikat tenaga kerja Virus Korona
Nia Deviyana • 17 Februari 2020 19:36
Shanghai: Sebagian besar pabrik Amerika Serikat (AS) di pusat manufaktur Tiongkok di sekitar Shanghai akan kembali bekerja minggu ini. Namun, kekurangan pekerja akibat wabah virus korona akan berpengaruh pada produksi dan rantai pasokan global, demikian menurut Kamar Dagang AS di Shanghai.
 
Menurut survei yang dilakukan AmCham, sekitar 90 persen dari 109 pabrik AS di delta Sungai Yangtze berharap bisa melanjutkan produksi minggu ini. Namun, 78 persen menyatakan tidak memiliki staf yang cukup untuk berjalan dengan kecepatan penuh.
 
Melansir Bloomberg, Senin, 17 Februari 2020, alasan terbesar kurangnya tenaga kerja adalah pembatasan perjalanan pada staf yang kembali dari liburan, serta persyaratan untuk karantina selama dua minggu begitu mereka kembali.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebagian besar pabrik mengalami kekurangan pekerja yang parah, bahkan setelah mereka diizinkan untuk buka," kata Presiden Kamar Dagang, Ker Gibbs.
 
"Ini akan berdampak besar pada rantai pasokan global yang akan mulai muncul," tambah Ker.
 
Survei juga mencatat hampir 60 persen dari perusahaan mengharapkan permintaan lebih rendah dari normal selama beberapa bulan ke depan.
 
Sementara hampir setengahnya mengatakan rantai pasokan global telah dipengaruhi oleh penutupan bisnis, dan sekitar sepertiga dari mereka akan mempertimbangkan untuk memindahkan operasi ke luar negeri jika kondisi ini berlanjut.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif