Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Sahudi. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Sahudi. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Deposito 20 Kg Emas Wajib Dilakukan Pedagang Online

Ekonomi bappebti emas investasi emas
Ilham wibowo • 15 Agustus 2019 18:32
Jakarta: Perdagangan emas kini bisa dilakukan secara efisien dengan memanfaatkan teknologi daring atau online di beragam platform digital. Namun, nasabah perlu waspada lantaran penyelenggara perdagangan emas online perlu menempuh jalur yang panjang.
 
Operasional penyelenggaraan pasar fisik emas digital di bursa berjangka wajib memenuhi seluruh regulasi yang ditetapkan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Adapun mendepositokan emas kini jadi syarat yang wajib dilakukan.
 
Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Sahudi mengatakan ketentuan tersebut telah rinci tertuang dalam peraturan Bappebpti Nomor 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka. Aturan ini akan menjadi landasan mengatur persyaratan teknis emas yang dapat disimpan di tempat penyimpan emas yang mencakup standar mutu dan kemurnian.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pedagang emas harus simpan emasnya di deposito minimal 20 kilogram (kg). Kalau belum serahkan emas ke deposito tidak boleh transaksi dan ini juga termasuk modal," kata Sahudi dalam sebuah diskusi di GoWork Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Agustus 2019.
 
Sahudi mengatakan aturan tersebut berlaku bagi pedagang yang melakukan perdagangan, promosi maupun transaksi berkaitan dengan emas secara online. Selain itu, kewajiban memenuhi syarat juga diwajibkan untuk pelaku usaha yang menyelenggarakan pembayaran secara cicilan kepada nasabahnya.
 
"Ketiga, penyerahan emas yang dilakukan dikemudian hari atau disimpan dulu di pedagang emas. Nah tiga unsur ini ada lalu kena kewajiban yang diatur Peraturan Bappebpti nomor 4 tahun 2019," paparnya.
 
Syarat lain, pedagang emas online juga perlu memenuhi syarat permodalan minimal sampai dengan 2022 sebesar Rp20 miliar. Saldo akhir juga wajib dipertahankan paling sedikit Rp16 miliar.
 
"Permodalan ini dimasukan ke dalam akte, mereka juga harus memiliki sistem perdagangan online dan harus dapat persetujuan Bappebti, terkoneksi bursa berjangka, lalu memiliki sarana memadai dan menjadi anggota bursa serta kliring berjangka," ungkapnya.
 
Syarat khusus yang wajib dipenuhi seluruh pedagang emas online tersebut demi keamanan dan kenyamanan masyarakat. Manfaat kemudahan diharapkan menumbuhkan investasi emas dengan jaminan yang jelas serta terhindar dari praktek pencucian uang.
 
"Pemerintah ingin berikan kepastian hukum dan berusaha bagi pedagang emas. Kemudian kita ingin tumbuh kembang industri perdagangan emas digital. Kami juga berikan perlindungan beli emas online lalu fisiknya ada sehingga masyarakat tidak dirugikan," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif