Ilustrasi. Foto; dok MI/Taufan SP Bustan.
Ilustrasi. Foto; dok MI/Taufan SP Bustan.

Arang Kayu Indonesia Laku Keras di Arab Saudi

Ekonomi kayu kementerian perdagangan indonesia-arab saudi
Ilham wibowo • 30 Desember 2019 08:07
Jakarta: Produk Indonesia diyakini memiliki beragam keunggulan untuk bisa dipasarkan di berbagai negara termasuk Arab Saudi. Ekspor nonmigas produk Tanah Air pun terus didorong agar bisa meningkat.
 
Baru-baru ini Kementerian Perdagangan kembali berpartisipasi pada Jeddah International Trade Fair (JITF) 2019 di Jeddah Centre for Forums & Events, Jeddah, Kerajaan Arab Saudi pada 18-20 Desember 2019. Transaksi yang dicapai sebesar Rp235 miliar melalui penjualan produk maupun penjajakan kesepakatan dagang.
 
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Dody Edward mengatakan selama tiga hari keikutsertaannya, Indonesia berhasil meraih nilai transaksi sebesar Rp129 miliar dengan produk yang paling banyak diminati yakni arang kayu pisang, kemenyan, kopi, dan briket. Sedangkan melalui kegiatan penjajakan kesepakatan dagang (business matching) Indonesia meraih nilai transaksi Rp106 miliar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Partisipasi dalam JITF 2019 ini bertujuan meningkatkan ekspor ke Arab Saudi dan memanfaatkan pasar Arab yang unik. Besarnya pangsa pasar jamaah haji dan umroh merupakan peluang besar bagi produk Indonesia," kata Dody melalui keterangan tertulisnya, Senin, 30 Desember 2019.
 
JITF merupakan pameran multisektor yang diikuti 250 peserta dari berbagai negara, seperti Mesir, Tiongkok, India, Pakistan, Korea Selatan, Maroko, Uni Emirat Arab, dan Malaysia. Partisipasi Indonesia kali ini merupakan kerja sama Ditjen PEN dengan Konsulat jenderal Republik Indonesia Jeddah dan Indonesian Trade Promotion Center Jeddah.
 
"Penyelenggaraan JITF tahun ini menjadi indikator dalam mengeksplorasi peluang bisnis di Arab Saudi dan Kawasan Teluk. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi tempat yang ideal bagi pelaku
usaha untuk menampilkan produknya di kancah internasional," imbuh Dody.
 
Pada kesempatan ini, Indonesia kembali menghadirkan Paviliun Indonesia dengan luas area 135 m². Produk yang ditampilkan pada paviliun Indonesia meliputi produk pertanian meliputi buah-buhan, sayur, kopi, bumbu, gaharu, briket, minyak esensial, kemenyan. Kemudian produk unggulan lainnya juga ditampilkan seperti makanan dan minuman, kosmetik, balsam, minyak gosok, pakaian, tekstil, serta popok dewasa.
 
Dody menambahkan, dalam kesempatan ini juga dilakukan kegiatan penjajakan kesepakatan dagang yang mempertemukan para pelaku usaha Indonesia dengan pelaku usaha Arab Saudi.
 
"Kegiatan tersebut akan mengoptimalkan kegiatan promosi dengan mempertemukan langsung kedua belah pihak, sehingga mendorong terjadinya transaksi saat pameran," tuturnya.
 
Penjajakan kesepakatan dagang ini dihadiri 115 orang yang terdiri dari para pelaku usaha Kerajaan Arab Saudi dan Indonesia. Sebanyak 18 perusahaan Indonesia hadir dari bidang pertanian, kosmetik, fesyen, dan tekstil.
 
Arab Saudi merupakan mitra dagang Indonesia dengan total perdagangan pada 2018 mencapai USD6,1 miliar. Pada periode Januari-September 2019, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD3,8 miliar.
 
Nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi sebesar USD1,1 miliar pada periode Januari-September 2019 atau meningkat sebesar 22,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Produk utama ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi, antara lain kendaraan bermotor, kelapa sawit dan turunannya, tuna, ban pneumatik baru, saus dan olahannya, kertas, kertas karton, dan arang kayu.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif