Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. FOTO: MI/SUSANTO
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. FOTO: MI/SUSANTO

Pemerintah Tawarkan Sejumlah Bandara Dikelola Swasta

Ekonomi bandara proyek strategis nasional Bandara Komodo
Eko Nordiansyah • 27 Desember 2019 07:32
Jakarta: Pemerintah menawarkan sejumlah bandara untuk dikelola oleh swasta dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Ada sejumlah bandara yang akan ditawarkan oleh pemerintah kepada investor agar dikembangkan.
 
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan beberapa investor sudah berminat untuk mengelola bandara di Indonesia. Pemerintah membuka peluang bagi mereka untuk bekerja sama secara business to business (B2B).
 
"Jadi Kualanamu kita akan buka untuk investasi juga kerja sama seperti B2B, Sam Ratulangi di Manado, dan yang ketiga adalah Singkawang, tempat yang khusus mungkin dari Tiongkok," kata dia, di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bukan hanya bandara, pemerintah juga berencana menawarkan sejumlah proyek untuk dikerjakan swasta lewat skema KPBU. Dirinya berharap cara ini bisa mengurangi ketergantungan pembangunan infrastruktur dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
 
"Tapi yang lain kita juga ada yang namanya tempat menguji kelayakan uji daripada kendaraan, terus banyak lintasan kereta api di Sumatera Selatan, dari Korea sudah berminat untuk menginvestasikan," jelas dia.
 
Saat ini sudah ada konsorsium yang terdiri dari PT Cardig Aero Service (CAS), Changi Airports International Pte Ltd (CAI) dan Changi Airports MENA Pte Ltd yang akan mengelola Bandar Udara Komodo Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Konsorsium ini akan memegang izin pengelolaan hingga 25 tahun.
 
Adapun ruang lingkup dari Proyek KPBU Bandar Udara Komodo Labuan Bajo antara lain merancang, membangun dan membiayai pembangunan seperti membangun fasilitas sisi udara yang meliputi perpanjangan dan perkerasan landas pacu, penambahan apron, stopway, dan RESA.
 
Kemudian pembangunan fasilitas sisi darat meliputi perluasan terminal penumpang domestik, pembangunan terminal penumpang internasional; kantor dan gedung; dan fasilitas pendukung lainnya.
 
Kedua, mengoperasikan Bandar Udara Komodo Labuan Bajo selama masa kerjasama 25 tahun. Ketiga, memelihara seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo Labuan Bajo selama masa kerja sama. Keempat, menyerahkan seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo Labuan Bajo pada saat masa kerja sama berakhir kepada PJPK.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif