Illustrasi. Foto : MI/Erlangga.
Illustrasi. Foto : MI/Erlangga.

Pemerintah Tuntaskan 81 Proyek Strategis Nasional Senilai Rp390 Triliun

Ekonomi proyek strategis nasional
Desi Angriani • 09 September 2019 20:46
Jakarta: Pemerintah berhasil menyelesaikan 51 proyek strategis nasional (PSN) hingga Agustus 2019. Proyek itu dikerjakan sejak 2016 dengan total nilai investasi mencapai Rp390 triliun.
 
Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo mengatakan khusus untuk Januari sampai Agustus 2019, sebanyak 19 proyek rampung dengan nilai investasi sebesar Rp87,7 triliun. Proyek-proyek tersebut terdiri dari tiga bandara, lima jalan, empat kawasan, dua smelter, tiga bendungan, dan dua teknologi.
 
"Secara kumulatif, sejak 2016 hingga Agustus 2019, ada 81 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sudah rampung dengan nilai investasi mencapai Rp390 triliun," ujarnya di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 9 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, progres untuk 223 proyek plus tiga Program PSN sejak diberlakukannya Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018. Di antaranya 51 proyek yang rampung dengan nilai Rp295 triliun, sebanyak 27 proyek, satu program ketenagalistrikan, dan satu program pemerataan ekonomi dalam tahap konstruksi dan mulai beroperasi dengan nilai investasi Rp1.348 triliun.
 
Selanjutnya, 23 proyek dalam tahap konstruksi dan akan beroperasi di 2019 dengan nilai Rp154 triliun, sebanyak 78 proyek dalam tahap konstruksi dan akan beroperasi setelah 2019 senilai Rp1.351 triliun.
 
"Kemudian lima proyek dalam tahap transaksi Rp413 triliun, 39 proyek, dan satu program industri pesawat dalam tahap penyiapan dengan nilai Rp621 triliun," tuturnya.
 
Terkait status kemajuan Program Ketenagalistrikan 35.000 MW dari Desember 2016 sampai Juli 2019, antara lain 3.768 MW sudah beroperasi dengan nilai Rp101.7 triliun; 21.992,1 MW dalam tahap konstruksi; 7.515,1 MW sudah selesai Power Purchase Agreement (PPA) namun belum financial close; 1.453 MW dalam tahap pengadaan; dan 734 MW dalam tahap perencanaan.
 
Selain membahas proyek strategis nasional, Wahyu menyebut rapat juga membahas Rancangan Peraturan Presiden tentang Hak Pengelolaan Terbatas (HPT)/ Limited Concession Scheme (LCS) serta isu pembayaran pengadaan tanah oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
 
“Pengadaan tanah merupakan salah satu kunci dari pembangunan infrastruktur. Jadi, perlu ada penyederhanaan dan kecepatan dalam proses pengadaan tanah,” pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif