Ilustrasi pasar tradisional. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Ilustrasi pasar tradisional. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin.

Menteri Baru Harus Bisa Naikkan Omzet Pedagang Pasar Tradisional

Ekonomi kabinet jokowi kabinet kerja
Ilham wibowo • 11 Oktober 2019 12:07
Jakarta: Pekan depan, Minggu, 20 Oktober 2019, Joko Widodo akan kembali dilantik untuk kedua kalinya sebagai Presiden RI. Harapan besar diutarakan kalangan pedagang pasar tradisional terutama pada pemilihan kandidat yang akan diposisikan sebagai menteri di sektor ekonomi.
 
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran mendorong penuh kandidatmenteri yang berpihak kepada upaya mendorong ekonomi kerakyatan. Pedagang pasar tradisional perlu perlindungan khusus di tengah era disrupsi ekonomi digital.
 
Pedagang pasar bukan tak mau berkembang dengan bertransformasi ke pengembangan ekonomi digital. Faktor infrastruktur, geografi, pemahaman, dan kebiasaan masyarakat di berbagai daerah masih sulit untuk bersaing dengan pemodal besar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagaimana support omzet pedagang pasar tradisional yang saat ini makin tergerus minimarket dan belanja online karena sudah memutus ruang gerak warung kecil," kata Ngadiran kepada Medcom.id, Jumat, 11 Oktober 2019.
 
Sosok menteri yang mengedepankan sinergitas di antara kementerian lain juga perlu diprioritaskan untuk dipilih. Sehingga stabilitas ekonomi terjaga dengan kemampuan secara mandiri mulai tingkat produksi hingga penjulan produk terutama di pasar tradisional.
 
"Yang diharapkan pedagang pasar adalah dia piawai meningkatkan produk dalam negeri dan mampu menaikkan devisa negara, jangan hanya yang pandai cari utang, jangan juga yang hobinya impor-impor dengan dalih untuk menjaga stok," ungkapnya.
 
Para pedagang pasar tradisional juga merupakan sektor padat karya yang masih rentan perekonomiannya terganggu. Kemunculan kebijakan di kementerian lain diharapkan bisa harmonis mendukung ketahanan ekonomi masyarakat golongan kecil.
 
"Kami ingin yang tidak menaikkan BPJS, tidak menaikkan PLN, BBM, dan yang mampu turunkan beban PBB karena rakyat desa-desa lagi menjerit dikenakan beban PBB naiknya sangat tinggi, padahal lahan tidak cukup produksi lantaran pupuk mahal dan susah didapatkan," ujar Ngadiran.
 
Kelangsungan bisnis di pasar tradisional yang sudah ada sejak lama juga diharapkan tidak terus menerus jadi kambing hitam biang kenaikan harga. Ngadiran berharap ketegasan untuk berpihak terhadap masyarakat ekonomi rendah bisa dikaji ulang agar tepat sasaran.
 
"Pedagang pasar tradisional selalu kan tuduh tiap harga naik tapi yang menikmati untung segunung dan bisa bagi-bagi tidak ditindak," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif