Ilustrasi pengantre MRT. FOTO: dok MI/Susanto
Ilustrasi pengantre MRT. FOTO: dok MI/Susanto

Kartu Multi Trip MRT Berlaku Pekan Depan

Ekonomi mrt Proyek MRT
Desi Angriani • 18 November 2019 08:15
Jakarta: PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta akan meluncurkan kartu Jelajah Multi-Trip Ticket (MTT) MRT Jakarta pada 25 November. Penerbitan MTT tersebut usai mengantongi izin dari Bank Indonesia sebagai Penerbit Uang Elektronik bentuk cip (chip-based).
 
"Kita mulai launching dan lakukan promosi jadi ada campaign selama 1-2 minggu, berlakunya per 25 November," kata Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi dalam diskusi operasi dan pemeliharaan MRT di Depo MRT Jakarta, Lebak Bulus, Minggu, 17 November 2019.
 
Effendi menjelaskan MTT lebih unggul dibandingkan uang elektronik lainnya lantaran dapat membuka passenger gate tanpa melakukan tap in atau tap out. MTT hanya membutuhkan 0,2 detik menangkap sinyal gerbang penumpang atau passenger gate, sedangkan perbankan lainnya memakan waktu dua detik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kecepatan bacanya tadi saya sampaikan kalau MTT itu enggak perlu disentuhkan ke passenger gate, dia bacanya dalam 0,2 detik sudah terbaca jadi sambil jalan sudah," terangnya.
 
Lebih lanjut, kartu Jelajah Multi-Trip Ticket juga dapat digunakan pada moda Transjakarta, LRT, dan KRL. Effendi bilang peluncuran MTT sudah diintegrasikan dengan program Jak Lingko Pemprov DKI.
 
"Iya itu kan masuk program Jak Lingko, kan kita punya Pemprov DKI ini," pungkas dia.
 
Nantinya kartu MTT dapat dibeli di stasiun-stasiun terdekat dengan harga Rp25 ribu per kartu. Saat ini, masyarakat masih menggunakan kartu perjalanan tunggal atau Single Trip Ticket (STT) dengan biaya Rp15 ribu untuk satu kali perjalanan.
 
Kemudian menggunakan uang elektronik berizin yang diterbitkan oleh perbankan yakni Bank Mandiri (e-money), BNI (Tap Cash, Jak Lingko), BRI (Brizzi), BCA (Flazz), dan Bank DKI (Jakcard).
 
Adapun kartu MTT berlaku selama lima tahun sampai dengan 14 November 2024 dan dapat diperpanjang kembali. Hal itu tertuang dalam surat Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta (Asisten Gubernur Bank Indonesia), nomor 21/447/DKSP/Srt/B tertanggal 14 November 2019.
 
Sebagaimana tercantum dalam surat tersebut, MRT Jakarta juga diharuskan melakukan interkoneksi dan interoperabilitas dalam bentuk konvergensi teknis dengan kartu KMT Kereta Commuter Indonesia (KCI) paling lambat 1 Januari 2022.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif