Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI

BI: Pelaku Bisnis Harus Tetap Optimistis Sambut 2020

Ekonomi bank indonesia
Antara • 14 Januari 2020 15:05
Palembang: Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pelaku bisnis harus tetap optimistis menyambut 2020 meski perekenomian di dalam dan luar negeri demikian dinamis. Pasalnya seluruh negara di dunia tidak dapat menghindari dinamika perekonomian saat ini.
 
"Saat ini cepat sekali berubah, setelah sebelumnya ada perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok, kini ada lagi yakni memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dengan Iran," kata Direktur Eksekutif Bank Indonesia Yunita Resmi Sari, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 14 Januari 2020.
 
Tentunya, situasi ini akan berpengaruh pada perekonomian dunia dan tak terkecuali bagi Indonesia. Oleh karena itu, para pelaku usaha harus cakap dalam membaca situasi dan kondisi seperti ini. "Terpenting yakni tetap mencari peluang bisnis," kata dia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan sesungguhnya peluang bisnis sangat terbuka di tengah era digital saat ini. Pola bisnis yang berubah dari semua offline menjadi online telah menawarkan peluang usaha, bukan hanya bagi mereka yang sudah berpengalaman dan memiliki modal tapi juga kepada para kalangan millenial.
 
"Peluang justru terbuka bagi anak-anak muda karena mereka yang sudah terbiasa dengan hal-hal berbau digital. Saat ini banyak anak mudah merambah bisnis kuliner dan fesyen," kata dia.
 
Yunita yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menilai perkembangan ekonomi ke arah digital itu telah merambah Sumatra Selatan. Peluang baru ini, menurutnya, sangat baik karena Sumatra Selatan masih dihadapkan pada pelemahan harga komoditas karet, sawit, dan batu bara.
 
Meski demikian perekonomian sepanjang 2019 masih tergolong baik karena pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,5 persen-6,0 persen. Selain itu, angka inflasi juga 2,06 persen atau relatif rendah sesuai dengan target 3,0 persen plus minus satu persen.
 
“Ekonomi tetap tumbuh sepanjang 2019, dan dibarengi oleh kenaikan harga barang yang terkendali,” kata dia.
 
Ia mengatakan inflasi terjaga di Sumsel ini karena pasokan tercukupi dari dalam daerah sendiri. Sebelumnya, Sumsel sangat tergantung pasokan dari luar daerah. “Distribusi yang lancar yang berdampak positif dengan angka inflasi ini diharapkan dapat mendorong penurunan angka kemiskinan karena daya beli masyarakat Sumsel menjadi turut terjaga,” pungkas dia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif