Seusai melakukan pertemuan dengan Direktur Asia Pacific Resources International Holdings Ltd (APRIL) Group Anderson Tanoto dan Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Tony Wenas di Kemenperin, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyampaikan adanya ekspansi bisnis dari industri pulp dan kertas.
"Mereka melaporkan mengenai peningkatan kapasitas produksi yang akan membangun pabrik serat rayon di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau," ujar Airlangga, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (26/8/2016).
Nilai investasi yang dilaporkan sebesar Rp10 triliun dengan target beroperasi pada 2018. Airlangga berharap operasional pabrik dapat meningkatkan nilai tambah dan mampu mengurangi subtitusi impor. "Saya mengapresiasi ekspansi ini karena sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri padat karya seperti industri tekstil," tegasnya.
Airlangga memaparkan kapasitas terpasang industri pulp dan kertas di Indonesia pada 2015 masing-masing sebesar 7,9 juta ton per tahun untuk pulp dan 12,9 juta ton per tahun untuk kertas. Realisasi produksi pulp dan kertas masing-masing sebesar 6,4 juta ton pulp dan 10,4 juta ton kertas.
Sementara itu, ekspor pulp dan kertas masing-masing sebesar 3,7 juta ton pulp dengan nilai sebesar USD1,72 juta dan 4,26 juta ton kertas dengan nilai sebesar USD3,54 juta. Dalam hal ini, Indonesia merupakan salah satu produsen pulp dan kertas terkemuka di dunia.
"Untuk industri pulp peringkat ke-9 dan untuk industri kertas peringkat ke-6. Sedangkan, di Asia Tenggara menempati peringkat pertama untuk industri pulp dan kertas," pungkas Airlangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News