Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Oky)
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Oky)

KKP Bangun Integrated Cold Storage di Natuna

Ade Hapsari Lestarini • 25 Agustus 2016 09:36
medcom.id, Jakarta: Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Nilanto Perbowo mengakomodir hasil perikanan baik dari nelayan maupun pembudidaya dengan membangun Integrated Cold Storage (ICS) berkapasitas 200 ton di Natuna.
 
"KKP telah mencanangkan Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Kabupaten Natuna, dan untuk memudahkan pengolahan hasil perikanan kita, maka kami bangun ICS di sana," ujar Nilanto melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (24/8/2016).
 
ICS, sambung Nilanto, merupakan Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang terintegrasi dengan Gudang Beku (Cold Storage). Dengan adanya ICS, maka pengolahan hasil perikanan tangkap atau budidaya dalam satu rangkaian proses produksi dengan tempat penyimpanannya sehingga proses produksi akan lebih efisien, mutu produk yang dihasilkan lebih terjamin (sesuai standar), dan jumlah sesuai dengan permintaan yang dibutuhkan.

"Kami sangat konsen dengan produktifitas dan peningkatan kualitas produk perikanan nasional, ICS merupakan salah satu jawaban mengarah ke sana," sambungnya.
 
Adapun untuk pembangunan ICS nantinya akan dibiayai langsung oleh pemerintah dengan merogoh dana sebesar Rp11,2 milliar, dan ditargetkan untuk pembangunan selesai sampai dengan akhir tahun ini, dan awal tahun depan sudah mulai running. "Sekarang dalam tahap pembangunan dan harapnnya rampung tahun ini, tahun depan sudah jalan," lanjut dia.
 
Sementara pada 2017 nanti, rencananya KKP akan membangun satu cold storage kapasitas 3.000 ton yang merupakan pengembangan dari  ICS tahun ini, harapannya dengan pembangunan ICS ini bisa menarik investor baik dari dalam maupun luar negeri. Sehingga kita bisa menjadi eksportir ikan terbesar di Asia Tenggara.
 
"SKPT Natuna ini sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam mengembangkan perikanan nasional, harapannya investor bisa melihat potensi itu dan bisa ikut bergabung," tutur dia.
 
Seperti diketahui, di 2016 Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan telah mengalokasikan dana pusat dan tugas pembantuan dengan total nilai Rp23,08 miliar untuk pembangunan satu unit ICS kapasitas 200 ton (meliputi cold storage, ABF, Ice Flake Machine kapasitas 10 ton), ruang pengolahan, instalasi listrik 198 KVA, IPAL dan genset 250 KVA.
 
Sedangkan untuk mendukung pengolahan dan pemasaran ikan diberikan bantuan berupa 50 unit coolbox kapasitas 200 liter, 15 unit chest freezer 300 liter, 20 unit hand sealer, dan lima unit ice flake machine kapasitas 1,5 ton.‎
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan