"Saat ini yang agak bergoyang itu adalah cabai, tetapi cabai itu kontribusi inflasinya tidak tinggi dan kecil sekali," ungkap Enggar saat ditemui di Jakarta, Senin (10/10/2016).
Enggar melihat selain daripada komoditas cabai secara umum harga pangan secara umum sudah menurun. Hal tersebut sangat terlihat dari hasil BPS sebelumnya bahwa beberapa item sudah mengalami deflasi dan kontribusi inflasi dari pangan saat ini sudah dipandang cukup baik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan harga cabai merah yang meningkat dalam periode September 2016 patut diwaspadai, karena pasokan komoditas tersebut mulai berkurang akibat musim hujan.
Darmin mengatakan untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas itu, pemerintah berupaya agar stok cabai merah tetap terjaga hingga akhir tahun dan distribusinya kepada masyarakat tidak terganggu.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada September terjadi inflasi sebesar 0,22 persen yang disebabkan oleh kenaikan harga-harga kelompok nonbahan makanan seperti tarif pulsa ponsel, tarif sewa rumah, biaya perguruan tinggi dan akademi, rokok kretek filter dan tarif listrik.
Cabai merah mengalami kenaikan harga di berbagai daerah pada periode September 2016 dengan harga rata-rata mencapai kisaran Rp35.700 per kilogram karena faktor cuaca maupun distribusi yang terhambat.
BPS mengingatkan inflasi dari kelompok bahan makanan harus diwaspadai oleh pemerintah dalam tiga bulan terakhir, terutama dari komoditas beras maupun cabai merah, agar perkiraan target inflasi pada akhir 2016 sebesar empat persen bisa tercapai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News