Cabai.MI/ARYA MANGGALA.
Cabai.MI/ARYA MANGGALA.

Pemkot Surakarta Dorong Masyarakat Tanam Cabai

15 Januari 2017 14:24
medcom.id, Solo: Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mendorong masyarakat untuk gemar menanam sayuran jenis cabai di halaman rumah masing-masing untuk memenuhi kebutuhan sendiri, menyusul tingginya harga di pasar mencapai Rp100 ribu per kilogram (kg).
 
"Kami mendorong masyarakat agar gemar tanam tanaman cabai paling tidak untuk memenuhi kebutuhan sendiri, hal ini, salah satunya untuk menekan harga pasar yang masih tinggi," kata Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, dikutip dari Antara, Minggu (15/1/2017). 
 
Hadi Rudyatmo mengajak masyarakat untuk menanam tanaman cabai di halaman sendiri, karena tidak membutuhkan lahan yang luas cukup satu meter persegi ditanam bibit cabai sudah dapat untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Saya sendiri juga menanam beberapa tanaman cabai jika ingin merasakan masakan sambal tinggal merik sendiri," kata Rudyatmo.
 
Rudyatmo mengatakan, kegiatan gemar menanam tersebut hanya untuk membiasakan masyarakat untuk memanfaatkan di halamannya masing-masing.
 
Menurut Rudyatmo tingginya harga cabai sangat berpengaruh terhadap wisata kuliner atau restoran-restoran. 
 
"Solo merupakan kota kuliner cukup berpengaruh dengan berkurangnya pasokan ke pasar dampak cuaca ekstrim di daerah sentra," kata Widyanto. 
 
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Surakarta Bandoe Widiarto mengatakan, program gemar tanam tanaman cabai tersebut didesain oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan keterjagaan harga.
 
"Kami melihat sesuai referensi pemerintah harga capai antara Rp35 ribu per kg hingga Rp40 ribu per kg. Harga cabai di pasar sekarang diangkat Rp85 ribu per kg," kata Bandoe Widiarto.
 
Menurut Bandoe Widiarto TPID sebenarnya sudah melakukan pembagian bibit cabai kepada masyarakat sejak Desember 2016 melalui pengurus-pengurus
Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan sekarang kepada pengunjung di Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi Solo.
 
"Kami sekarang membagikan sebanyak 2.000 bibit tanaman cabai dari Dinas Pertanian dan Perikanan setempat secara gratis," kata Bandoe.
 
TPID yang terdiri dari unsur Pemerintah Kota Surakarta bekerja sama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Badan Urusan Logistik (Bulog) dan distributor cabai menunjukan bergotong royong untuk membantu masyarakat di Kota Solo.
 
Selain itu, Bandoe berharap masyarakat jangka panjang menanam cabai di halaman rumah masing-masing untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 
"Kita tahu di Kota Solo tidak banyak lahan terbuka untuk menanam sayuran dan lainnya. Kita akan mendorong menanam masyarakat tanaman cabai dan kerja sama dengan daerah lain memasok untuk menstabilkan harga cabai," katanya.
 
Bandoe mengatakan pada 2016 inflasi Kota Surakarta tercatat sebesar 2,15 persen atau terendah di Jateng. Inflasi 2,15 persen ini, terendah selama lima tahun terakhir di Solo.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan