"Mudah-mudahan target kita Maret tahun depan sudah dilakukan peletakan batu pertamanya dan namanya bukan PT. Semen Indonesia lagi, tetapi PT. Semen Kupang Indonesia," katanya kepada wartawan di Kupang dikutip dari Antara, Selasa (22/11/2016).
Hal ini disampaikannya berkaitan dengan rencana dari pembangunan PT. Semen Kupang Indonesia yang hingga kini masih terkendala dengan masalah pembebasan lahan.
Dia mengaku waktu yang dibutuhkan untuk membangun pabrik PT. Semen Kupang Indonesia itu selama tiga tahun untuk memulai pembangunan fisiknya.
"Pembangunan fisik sebuah bangunan seperti PT. Semen Kupang Indonesia ini juga memerlukan pembebasan lahan, serta desain dan pengandaan pabrik semuanya serta berbagai hal membutuhkan waktu yang panjang," jelas dia.
Baca : Presiden Tinjau Pabrik Semen Kupang
Dia mengaku pihaknya masih terus memprosesnya agar target yang diharapkan itu bisa segera terwujud. Dan tentu saja, dirinya meminta dukungan dari sejumlah masyarakat di NTT agar masalah pembebasan lahan bisa berjalan dengan lancar.
Kehadiran Presiden Joko Widodo
Ia juga mengharapkan agar jika seandainya peletakan batu pertama pada Maret 2017 itu jadi dilaksanakan maka dirinya akan meminta kesediaan Presiden Joko Widodo untuk melaksanakan peletakan batu pertamanya.
Apalagi, lanjut Gubernur Frans, Presiden Joko Widodo yang menginisiasi untuk peningkatan produksi dari PT. Semen Kupang, dari 300 ribu ton per tahun menjadi 1,8 juta ton per tahun.
"Kalau Pak Jokowi bisa datang maka kami akan senang sekali, sebab pembangunan PT. Semen ini juga inisiasi dari beliau," tambah Gubernur.
Terkait mengapa namanya menjadi PT. Semen Kupang Indonesia, ia menjelaskan bahwa penamaan itu untuk membuat masyarakat di Kota Kupang bangga dengan keberadaan dari Pabrik tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News