3.000 Ha Sawit di Babel akan Diremajakan
kelapa sawit (Antara/Sahrul Manda Tikupadang).
Jakarta: Untuk mengganti tanaman sawit yang sudah tua, tahun ini, Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan melakukan peremajaan sawit seluas 3.000 hektare (ha).

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Toni Batubara mengatakan tahun ini Babel mendapatkan replanting sawit seluas 3.000 ha dari Kementerian pertanian. Toni menyebutkan luas perkebunan sawit di Babel, untuk swasta diperkirakan mencapai 140 ribu ha, dan sawit masyarakat sekitar 63 ribu ha tersebar di enam kabupaten.

"Program sawit ini ada replanting dan peremajaan. Pertama, penggantian tanaman tua diatas 25 tahun dan yang kedua itu tanaman yang tidak produktif. Tanaman tidak produktif itu misalnya petani kita yang menanam bibit palsu," kata Toni, Minggu, 3 Juni 2018.

Ia menjelaskan untuk replanting ini hanya diperuntukkan bagi sawit masyarakat, bukan swasta. Petani yang mendapatkan bantuan replanting ini akan mendapatkan bantuan bibit dan pupuk bersubsidi.

"Kita remajakan punya petani. Kita usulkan 2.000 ha tapi kita dapat 3.000 ha mengganti tanaman tua, mulai tahun ini," katanya.

Toni membeberkan ada beberapa petani sawit di Babel yang mendapatkan bibit palsu lantaran ketidaktahuannya. Ia meminta masyarakat sebelum membeli bibit untuk bertanya pada dinas pertanian di kabupaten atau membeli dari perusahaan sawit swasta.

"Ada yang bibit palsu, karena ketidaktahuannya. Memang susah membedakan, karena baru ketahuan saat sudah 3-5 tahun. Kasian petani kalau sudah lama mengurus tau-tau hasilnya enggak maksimal," ujarnya.

Disinggung soal harga sawit, ia mengatakan pihaknya merapatkan untuk menentukan harga sawit tiap bulannya. Saat ini harga sawit berumur 3-25 tahun berkisar Rp1.300, sedangkan untuk usia 8 tahun berkisar Rp1.600.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id