Cara UMKM Agar Dapat Pengurangan Pajak
Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simandjuntak. (FOTO: Medcom.id/Kautsar)
Jakarta: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menilai pajak Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebesar 0,5 persen untuk pelaku UKM yang memberdayakan Sumber Daya Manusia lokal dan memiliki Riset and Development (RnD) bisa lebih rendah.

Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simandjuntak mencontohkan ketika pihaknya baru saja berkunjung dari pameran mebel di Italia. Dia melihat pelaku usaha dari Indonesia yang memiliki RnD sangat sedikit. Dengan adanya penurunan pajak UMKM, maka dapat membantu pelaku usaha.

"Kita mesti mendorong merek menjadi industri berbasis inovasi yang punya RnD. fesyen pun tidak ada salahnya memiliki RnD," ujarnya saat ditemui di Hard Rock Cafe, Jakarta, Jumat, 22 Juni 2018.

Ia menambahkan, yang mendorong pelaku usaha dapat memiliki RnD melalui beberapa kebijakan pemerintah. Seperti pertautan hukum yang memudahkan pelaku usaha memilki RnD.

"Kalau pelaku usaha tidak punya RnD, tidak akan diperpanjang bisnis atau insentif diberikan untuk yang punya inovasi yang tidak hanya meniru-niru saja," tambahnya.

Menurut dia dampak tersebut bisa dirasakan hingga mancanegara, di mana Indonesia bisa dikenal sebagai negara yang menjadi leader dalam berinovasi. Pasalnya, lanjut dia, saat ini Indonesia kerap kali meniru ide dari negara lain. 

"Kalau mau orisinil kita harus punya RnD, meskipun bikin jaket juga ada RnD mestinya," imbuhnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo hari ini meluncurkan Pajak Penghasilan (PPh) untuk UKM 0,5 persen dari sebelumnya satu persen. Peluncuran dilakukan di Surabaya, Jawa Timur. Hal tersebut membuat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 diganti menjadi PP Nomor 23 Tahun 2018 yang mengatur tarif bagi Wajib Pajak (WP) pelaku UKM.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id