Penandatanganan MoU Kadin dan BAZNAS terkait pembayaran zakat karyawan. (Foto: Dok. BAZNAS)
Penandatanganan MoU Kadin dan BAZNAS terkait pembayaran zakat karyawan. (Foto: Dok. BAZNAS)

Dorong Pemerataan Ekonomi, Kadin Berzakat ke BAZNAS

Ekonomi BAZNAS
M Studio • 25 Juli 2018 16:27
Jakarta: Dalam rangka pemerataan ekonomi, pemberdayaan mustahik dan pengentasan kemiskinan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). MoU ini juga terkait pembayaran zakat karyawan Kadin ke BAZNAS dengan sistem pemotongan gaji (payroll system) secara suka rela.
 
“Kerja sama ini bertujuan untuk pemerataan ekonomi, pemberdayaan mustahik dan pengentasan kemiskinan di Indonesia,” ujar Wakil Ketua BAZNAS Zainulbahar Noor usai menandatangani MoU di Kantor Kadin, Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Rabu, 25 Juli 2018.
 
Hadir Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani, Direktur Eksekutif Rahardjo Jamtomo, dan sejumlah pengurus Kadin Indonesia. Zainul menyebutkan, BAZNAS menyambut baik inisiatif Kadin menggandeng BAZNAS memberdayakan mustahik untuk pemerataan ekonomi nasional.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Karena Kadin merupakan tulang punggung bagi negara Indonesia. Ini sangat luar biasa dan merupakan kejutan bisa bekerja sama dengan Kadin. Sebab Kadin terhimpun dari korporasi, penguasa, usaha kecil menengah maupun besar dan asosiasi," ucap dia.
 
Apalagi, Indonesia berkomitmen membantu mensosialisasikan program-program yang akan dikerjasamakan dan mengajak para anggota serta karyawannya membayarkan zakat melalui BAZNAS.
 
"Saya merasa ini adalah hari yang luar biasa bagi BAZNAS. BAZNAS adalah sebuah lembaga negara, Kadin Indonesia merupakan satu tulang punggung yang luar biasa bagi negara dan bangsa karena itu kami sangat bangga. Dan alhamdulillah, respon dari Ketua Umum berserta seluruh jajaran pengurus Kadin sangat luar biasa," kata Zainul.
 
Mantan Dubes RI untuk Yordania yang merangkap Palestina ini, menambahkan, BAZNAS dan Kadin akan membentuk gugus tugas (task force) untuk menggarap program bersama. Contohnya saja, pembangunan mal dan pusat kuliner mustahik usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di rest area jalan-jalan tol.
 
Kemudian, lanjut dia, pengembangan Zakat Community Development (ZCD) di daerah-daerah, penyebaran Lembaga Microfinance, pendidikan entrepreneurship bagi UMKM binaan BAZNAS dan sejenisnya.
 
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani, berkomitmen mengupayakan penandatanganan kerja sama pemerataan ekonomi BAZNAS dan Kadin pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia pada November 2018 mendatang.
 
Rosan menyebutkan, MoU ini diharapkan bisa membantu masyarakat yang masih kekurangan dan juga meningkatkan perekonomian di Indonesia. "Jadi, pertama-tama, kita mengucapkan syukur alhamdulilah, karena telah menandatangani kesepakatan bersama antara Kadin dan BAZNAS, dalam rangka untuk bagaimana meningkatkan peran umat, mengentaskan kemiskinan dan mendorong perekonomian kita lebih baik," ujar Roeslan.
 
Dia menjelaskan, kesepakatan ini, merupakan kesamaan visi Kadin dengan BAZNAS. Di mana peran Kadin tidak hanya di dunia usaha, tapi bisa mensejahterakan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
 
"Memang ini langkah awal, tapi saya rasa peran besar itu bermula dari peran kecil dulu. Dan kita akan menindaklanjuti ini secara komprehensif, karena memang potensi zakat sangat besar. Tapi memang perlu dukungan dari semua pihak," tuturnya.
 
Zakat Karyawan
 
Lebih dari itu, Rosan memaparkan, dalam MoU juga menyinggung pembayaran zakat karyawan Kadin ke BAZNAS dengan sistem pemotongan gaji. “Namun ini bersifat suka rela, khusus bagi mereka yang menyatakan bersedia dipotong gajinya untuk zakat,” ucap Rosan.
 
Kerja sama ini merupakan salah satu bentuk inisiatif Kadin untuk membantu pemerataan ekonomi nasional. "Ini adalah salah satu bentuk dari persamaan visi antara Kadin dan BAZNAS terhadap umat, dan juga memang peran Kadin tidak hanya segi dunia usaha tapi bagaimana Kadin meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata dia.
 
Untuk merealisasikan MoU tersebut, lanjut Rosan, mulai bulan depan Kadin akan mengajak para karyawannya berzakat ke BAZNAS dengan sistem pemotongan gaji secara sukarela. “Untuk memulai kesepakatan ini, Kadin Indonesia atas izin karyawannya, akan membayar zakat mulai bulan depan. Insya Allah," tutur Rosan.
 
Izin yang dimaksud adalah jika karyawan Kadin bersedia dipotong gajinya untuk membayarkan zakat, maka akan ada surat perjanjian tertulis untuk kedua belah pihak. Rosan menyatakan akan membentuk tim khusus untuk menyosialisasikan dan menentukan langkah-langkah pembayaran serta pendistribusian zakat dari Kadin kepada BAZNAS.
 
Rencana tersebut disambut baik oleh BAZNAS. Zainul mengungkapkan, pihaknya akan mengirim beberapa anggotanya untuk menggerakkan upaya ini. “Kita segera membentuk task force bersama dan menyiapkan sarana prasarana untuk mereka,” kata dia.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif