Mengutip laman BPK, di Jakarta, Jumat (18/9/2015), dijelaskan Sidang Umum IAEA tersebut selain dihadiri oleh Kepala Perwakilan Tetap RI di Wina, juga dihadiri oleh delegasi dari BATAN dan BAPETEN serta delegasi BPK yang dipimpin oleh Anggota VI BPK, Bahrullah Akbar.
Dalam sidang tersebut, Bahrullah mendapat kesempatan mewakili pemerintah Indonesia untuk menyampaikan pidato di depan 164 wakil negara anggota IAEA. Dalam pidatonya, Bahrullah mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan IAEA kepada Indonesia, dan berkomitmen memberikan hasil pemeriksaan yang berkualitas tinggi atas laporan keuangan IAEA.
IAEA adalah sebuah organisasi independen yang didirikan pada 29 Juli 1957 dengan tujuan untuk mempromosikan penggunaan energi nuklir secara damai serta menangkal penggunaannya untuk keperluan militer.
IAEA berfungsi sebagai forum antar pemerintah untuk kerja sama ilmiah dan teknis dalam penggunaan teknologi nuklir dan tenaga nuklir secara damai di seluruh dunia. Kantor pusat IAEA terletak di Wina, Austria, dan beranggotakan 164 negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News