Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta (tengah) - - Foto: Medcom.id/ Husen Miftahudin
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta (tengah) - - Foto: Medcom.id/ Husen Miftahudin

BI Genjot Inklusi Keuangan Lewat Standardisasi QR Code

Ekonomi bank indonesia inklusi keuangan QR Code
Husen Miftahudin • 04 April 2019 20:01
Jakarta: Bank Indonesia (BI) tengah merumuskan standardisasi layanan transaksi menggunakan pemindaian kode respon cepat atau QR Code. Langkah tersebut menjadi upaya bank sentral dalam mendorong inklusi keuangan pada masyarakat Indonesia.
 
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta mengatakan, saat ini inklusi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 49 persen. BI menargetkan inklusi keuangan hingga akhir 2019 sebesar 75 persen.
 
Apalagi penggunaan uang elektronik di Indonesia masih jauh ketimbang negara-negara seperti Australia, Korea Selatan, Inggris, Swedia, hingga Amerika Serikat yang sudah di atas 60 persen. Di Indonesia, penggunaan uang elektroniknya masih di bawah 25 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita lihat kita masih punya ruang di sini, kita masih jauh kalau soal porsi APMD, Alat Pembayaran Menggunakan Digital. Kita masih di bawah 25 persen penggunaan uang elektroniknya, sedangkan target inklusi keuangan kita itu 75 persen. Oleh karena itu BI mendorong (standardisasi) QR Code, karena masih ada ruangnya," ujar Filianingsih di Kantor BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 4 April 2019.
 
Selain itu, sambung dia, standardisasi QR Code membuat layanan keuangan digital menjadi lebih efisien. Sebab, infrastruktur keuangan digital yang dikeluarkan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) membutuhkan anggaran yang cukup mahal.
 
Setiap PJSP, mengeluarkan anggaran besar dalam pengadaan Electronic Data Capture (EDC). Maka itu, standardisasi QR Code yang akan dikeluarkan bank sentral diyakini akan mampu menghemat pengadaan EDC.
 
"Kelebihan QR Code kita lihat dia user friendly, baik bagi merchant ataupun nasabah. Dia juga lebih fleksibel digunakan, dia bisa digunakan di berbagai lokasi, mulai dari pedagang yang paling kecil sampai departement store. Dan tidak investasi yang besar, jangkauan aksesnya lebih luas," pungkas dia.
 
Bank Indonesia saat ini tengah melakukan pilot project kedua pengujian standardisasi sistem pembayaran berbasis quick response code atau QR Indonesia Standardisasi (QRIS). Dalam pengujian tersebut, BI menggandeng 19 lembaga bank maupun non-bank.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif