Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Bulog bisa memastikan ketersediaan beras bisa dipenuhi. Apalagi Bulog mengklaim masih ada tambahan beras masuk yang berasal dari penyerapan dalam negeri sehingga tidak perlu impor.
"Beras itu kita stoknya masih 2,3 juta dan Bulog bilang sanggup untuk pengadaan dalam negeri sehingga untuk memenuhi kebutuhan sampai akhir tahun nanti. Artinya kita tidak ada impor," kata Darmin, di Kemenko Perekonomian, Rabu malam, 19 Desember 2018.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebut, pihaknya sudah menjamin kebutuhan beras nasional tercukupi. Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, dirinya mengatakan, seharusnya tidak ada kenaikan harga beras karena stoknya ada.
"Kan sekarang beras masih banyak di lapangan, baik (beras jenis) premium, maupun medium. Tapi stok kita juga kan masih 2,3 juta (ton), berarti aman. Enggak mungkin ada gejolak-gejolak (kenaikan harga), kekurangan apalagi," jelas dia.
Bulog, lanjutnya, bahkan berani menjamin stok beras sampai dengan Juni tahun depan tetap aman. Pasalnya Bulog menilai stok yang ada saat ini masih bertambah seiring panen raya pada Februari hingga Mei tahun depan, sehingga tidak diperlukan impor.
"Ya sudah pasti kan, kalau dulu saya bilang sampai Juni dijamin enggak perlu impor, aman kan? Nah sekarang juga beras kita dengan operasi pasar kita besar-besaran, masih ada stok 2,3 ya kan? Berarti aman kan lah ya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News